Irak, MI - Pemerintah Irak mengguncang panggung politik nasional dengan melancarkan operasi antikorupsi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sedikitnya 67 politisi, pejabat, dan pengusaha ditangkap dalam operasi besar-besaran yang digelar pada 28 Juni 2026.
Operasi yang diberi nama Dawn Crackdown itu berlangsung sejak dini hari dengan melibatkan mobil patroli, pasukan bersenjata, hingga helikopter. Aparat menyisir sejumlah titik strategis, termasuk Kawasan Hijau (Green Zone) di Baghdad yang menjadi pusat pemerintahan Irak.
Langkah tegas tersebut dilakukan atas perintah Perdana Menteri Ali Al Zaidi setelah pengadilan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap para tersangka dugaan korupsi.
Gelombang penangkapan bermula dari pengembangan kasus mantan pejabat Kementerian Perminyakan, Adnan Al Jumaili, yang lebih dulu diamankan aparat. Dari keterangannya, penyidik berhasil mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah tokoh berpengaruh dalam jaringan korupsi yang lebih luas.
Dalam penggeledahan terkait kasus tersebut, aparat menyita aset dalam jumlah fantastis, yakni uang tunai sebesar 86 juta dolar AS, sekitar 3 kilogram emas, 21 kendaraan, serta 70 properti yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.
Pemerintah Irak menegaskan operasi ini baru memasuki tahap pertama. Target berikutnya mencapai lebih dari 200 politisi, mantan pejabat, pengusaha, dan pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik korupsi yang merugikan negara.
Perdana Menteri Ali Al Zaidi juga memerintahkan agar operasi diperluas ke seluruh lembaga pemerintahan tanpa pengecualian. Pemerintah menargetkan tidak hanya menangkap para pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian negara serta membongkar jaringan korupsi hingga ke akar-akarnya.
Penangkapan masih terus berlangsung, menandai komitmen pemerintah Irak untuk membersihkan birokrasi dari praktik korupsi yang selama bertahun-tahun disebut menggerogoti keuangan negara.
