BREAKINGNEWS

Obat Nyamuk Diduga Picu Maut, Ibu dan 4 Anak Tewas di Sulawesi Tenggara

Obat Nyamuk Diduga Picu Maut, Ibu dan 4 Anak Tewas di Sulawesi Tenggara
Kebakaran rumah panggung di Dusun Tondopi, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menewaskan seorang ibu dan empat anaknya. (Foto Ilustrasi/Istimewa)

Jakarta, MI — Malam yang semestinya menjadi waktu untuk beristirahat berubah menjadi tragedi memilukan bagi sebuah keluarga di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lima orang dari satu keluarga tewas dalam kebakaran yang menghanguskan rumah panggung mereka pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Para korban diduga tak sempat menyelamatkan diri karena api membesar ketika mereka sedang tertidur.

Korban masing-masing Hasna (38), Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2).

Di tengah kobaran api, kepala keluarga Murdasing (61) bersama dua anaknya, Sindi (24) dan Arfan (30), berhasil meloloskan diri. Namun, upaya Murdasing menyelamatkan istri dan anak-anaknya berakhir tragis.

Murdasing menuturkan, sebelum tidur salah seorang anaknya sempat meminta agar obat nyamuk bakar dinyalakan. Tak lama berselang, benda tersebut diduga menjadi sumber api setelah menyambar material rumah yang mudah terbakar.

“Api diduga dari obat nyamuk bakar. Saat saya sadar, pintu kamar sudah tertutup api,” kata Murdasing dikutip Kamis (6/8/2026).

Menyadari keluarganya masih berada di dalam rumah, Murdasing berusaha menerobos kepungan api. Ia bahkan menendang dinding rumah hingga jebol untuk membuka jalan keluar.

Namun, kobaran api yang semakin membesar membuatnya tak mampu kembali masuk ke dalam rumah. Lima anggota keluarganya pun terjebak dan akhirnya meninggal dunia.

Kebakaran itu tak hanya merenggut lima nyawa. Rumah panggung beserta seluruh isinya juga ludes dilalap api.

Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta. Nilai tersebut mencakup uang tunai Rp50 juta, dua unit mesin senso, serta satu unit mesin pemotong rumput.

Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

“Benar terjadi kebakaran tersebut. Tim kami saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Cevin.

Polisi masih mendalami seluruh fakta di lokasi. Dugaan obat nyamuk bakar sebagai pemicu kebakaran menjadi salah satu informasi awal yang akan diuji melalui proses penyelidikan.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam: satu rumah luluh dalam hitungan waktu, lima nyawa melayang, sementara dugaan percikan api dari benda sederhana menjadi awal petaka yang mengubah hidup keluarga tersebut untuk selamanya.

Topik:

Didin Alkindi

Penulis

Video Terbaru

Obat Nyamuk Diduga Picu Maut, Ibu dan 4 Anak Tewas di Sulawesi Tenggara | Monitor Indonesia