Beroperasi 2026, Pupuk Kaltim Bangun Pabrik Senilai Rp 36 Triliun di Teluk Bintuni

  • Whatsapp
Beroperasi 2026, Pupuk Kaltim Bangun Pabrik Senilai Rp 36 Triliun di Teluk Bintuni
Salah satu Pabrik Pupuk Kaltim. [Foto/Pupuk Kaltim]

Monitorindonesia.com – Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur Rahmad Pribadi menyayakan, perseroan akan menanamkan investasi senilai 2 miliar dolar AS atau setara Rp 36 triliun untuk membangun pabrik Metahanol dan Urea di Teluk Bentuni Papua Barat. Pabrik baru itu direncanakan beroperasi pada 2026.

“Kita terus diskusi dengan produsen gas dan Kementerian ESDM. Beberapa hal pokok sudah disepakati tapi detailnya harus didalami,” kata Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi pada wawancara dengan media secara virtual, Minggu(21/3/2021).

Rahmad menyampaikan, persiapan lahan akan dilakukan tahun 2022 untuk selanjutnya dilakukan konstruksi pabrik pada 2023. Jika sesuai rencana, maka pabrik tersebut bisa mulai beroperasi pada 2026.

Pupuk Kaltim akan memproduksi sendiri urea dan amonia di pabrik tersebut. Sementara produksi metanol masih mempertimbangkan untuk kebutuhan mencari mitra. Bintuni sendiri mampu meproduksi metanol 1 juta ton. Sementara Urea 1,1 juta ton per tahun.

Sektor pertanian kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar seperti food estate di Kalimantan, Merauke, hamparan pertanian yang cukup luas di Manokwari, dan lumbung pangan di Sulawesi. Dengan adanya pasokan subsidi pupuk dari pemerintah, Rahmad berharap hal tersebut menjadi peluang untuk pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Timur.

Untuk tahap awal, pabrik Pupuk Kaltim di Bintuni akan memenuhi pasar ekspor ke beberapa negara. Salah satu yang potensial adalah Australia, di mana saat ini negeri kanguru mengimpor 2 juta ton urea dari China, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.[man]

Pos terkait