Bertemu Menko Marvest, DPD RI Bahas Permasalahan Daerah

  • Whatsapp
Bertemu Menko Marvest, DPD RI Bahas Permasalahan Daerah
Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin saat memimpin rombongan Anggota DPD bertemu Menko Marvest Luhut Panjaitan.

Monitorindonesia.com – Temui Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marvest), Luhut Binsar Panjaitan, DPD RI minta dukungan agar Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan di daerah. Hal tersebut dikarenakan banyak infrastruktur yang masih belum berjalan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin saat memimpin rombongan Anggota DPD RI lakukan pertemuannya dengan Menko Marvest Luhut Panjaitan di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi/BPPT di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Bacaan Lainnya

DPD RI, kata Sultan Najamudin, mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat agar pembangunan infrastruktur yang terintegrasi antar wilayah Provinsi mampu menjadi penghubung dalam aktifitas ekonomi. Hal ini dapat terwujud apabila Pemerintah Pusat memfasilitasi pembangunan yang berkesinambungan, seperti keberlanjutan ruas tol di Sumatera, meningkatkan akses pelabuhan dan bandara.

Juga dalam pertemuan tersebut, Senator dari Bengkulu in itu meminta agar Pemerintah Pusat melalui Kemenko Marvest agar dapat meningkatkan fungsi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bengkulu dan memberikan perhatian kepada infrastruktur jalur lintas Barat yang melalui beberapa daerah di wilayah Provinsi Bengkulu.

“Tol Trans Sumatera lebih dekat pada jalur Lintas Tomur ke arah Sumatera Selatan, sedangkan Provinsi Bengkulu memiliki urat nadi ekonomi dan sebaran daerahnya, bergantung pada akses di jalur lintas barat. Maka kami juga meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur di jalur Lintas Barat yang memanjang dari Lampung hingga Sumatera Barat yang lebih dekat kepada daerah pesisir,” harapnya.

Selain itu, khusus di wilayah Bengkulu juga, pihaknya mendorong bagaimana KEK dapat segera di up grade dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan. Karena diyakini Sultan atas perubahan status Pulau Baai telah menjadi KEK akan membawa dampak positif kepada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.

Menanggapi hal itu, Menko Luhut menyampaikan bahwa pembangunan daerah dilakukan secara terintegrasi dengan melakukan studi mendalam dengan melibatkan para akademisi dari universitas, sesuai dengan basis keilmuan yang dibutuhkan. Dan selain itu, DPD RI diharapkan dapat memberikan dukungan penyelesaian terhadap permasalahan penguasaan tanah dan hutan (konsesi) yang berlebihan oleh korporasi.

“Kita akan lihat per Provinsi, jadi akan dilakukan secara terintegrasi, dan harus menggunakan studi. DPD RI juga dalam melakukan sebuah proyek harus berdasarkan studi, misalnya menggunakan studi dari kampus-kampus terkemuka, UGM misalnya,” sebut Luhut.

Untuk itu, Luhut berharap dukungan dari DPD RI untuk dapat membantu menyelesaikan masalah perhutanan dan pertanahan ini, karena hanya empat persen yang dikuasai oleh rakyat, seperempatnya dikuasi oleh konglomerat.

Selain itu senator yang menghadiri pertemuan tersebut juga menyampaikan beberapa kondisi pembangunan di daerah Aceh, Jambi, Riau dan daerah lainnya di Sumatera, yang sangat membutuhkan dukungan pembangunan.

Dari pertemuan yang dilaksanakan ini, Menko Marvest,. Luhut Binsar Panjaitan berjanji akan melakukan langkah-langkah strategi terhadap aspirasi yang disampaikan oleh DPD RI.

“Kita akan bergerak cepat memonitor tindak lanjut dari semua aspirasi yang telah disampaikan. Saya menilai semua persoalan yang telah diutarakan sangat substantif bagi perencanaan pembangunan Nasional di daerah di Sumatera. Dan saya sangat mendukung agar ini bisa terwujud”, tegasnya.

Terakhir Menko Kemaritiman dan Investasi juga menyatakan siap untuk menghadiri atas gagasan rencana acara yang akan dilaksanakan oleh DPD RI dengan mengundang seluruh kepala daerah se Sumatera yang kemudian acara tersebut dijadikan sebagai wadah dalam menyampaikan setiap persoalan kedaerahan.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Ketua Komite II Abdullah Puteh, Senator Riau Misharti, Senator Jambi Elviana, dan Senator Bangka Belitung Darmansyah Husein. Dari Kemenko Maritim, turut hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia GL. (Ery)

Pos terkait