Besuk Teman di Tahanan Bawa Nasi Campur Orek, Eh Dalamnya Ada Sabu 1,54 Gram

  • Whatsapp
Besuk Teman di Tahanan Bawa Nasi Campur Orek, Eh Dalamnya Ada Sabu 1,54 Gram

Monitorindonesia.com

Dua kurir narkoba pura-pura mau besuk tiga temannya yang mendekam di tahanan Polres Jakarta Selatan, Selasa (02/03). Dengan membawa kantong plastik keduanya diperiksa petugas tahanan  dengan menggeledah badan. Ada gelagat mencurigakan, petugas juga memeriksa kantong bawaan kedua pelaku. Ternyata berisi nasi yang dicampur tempe orek. Dengan teliti petugas piket memeriksa nasinya dengan menggoyang-goyang, ternyata plastik klip kecil didalamnya berisi narkoba jenis sabu

Kedunya tidak berkutik dan langsung diamankan. Menurut Kapolres Jaksel Kombes Azis Andiransyah, petugas jaga yang curiga lalu memeriksa makanan yang dibawa pelaku.

“Pelaku mencoba menyelundupkan shabu seberat 1,54 gram sabu ke dalam sel dan berhasil digagalkan,” kata Azis kepada wartawan di Mapolres Jaksel Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (2/3).

Dia menerangkan, peristiwa bernula ketika tiga orang tersangka yang ditahan di Mapolres Jaksel berinisial MS, DD dan AMD memesan shabu kepada dua orang kurir berinisial
AF dan MF. Kemudian, kedua kurir tersebut menitipkan makanan berisi sabu ke petugas jaga.

“Ya ternyata dia curi-curi menggunakan handphone pada saat jam besuk. Jadi pada saat jam besuk sebelumnya, dia koordinasi untuk memesan di jam besuk berikutnya. Jadi begitu modusnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, sebelum diserahkan kepada tersangka yang ada di dalam tahanan oleh petugas terlebih dahulu makanan tersebut diperiksa dan ditemukan paket sabu.

Temuan itu, lalu dikembangkan oleh penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Jaksel, dari hasil penyelidikan petugas berhasil meringkua kedua kurir tersebut dikawasan Ciputat, Tangsel.

“Dari hasil pengembangan polisi menemukan sabu dengan total 5,54 gram,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Metro Depok ini mengatakan, kepada penyidik kedua kurir tersebut mengaku berhubungan dengan ketiga tersangka yang ditahan di Polres Jaksel sebatas pertemanan.

“Sementara tidak ada hubungan (keluarga), hanya hubungan pertemanan di antara pengedar dan pengguna narkotika,” pungkasnya.

Akibatnya kelima tersangkat dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub 112 ayat (1) Jo 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau denda maksimal Rp10 miliar. (tak)

Pos terkait