Kinerja Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Uji

  • Whatsapp
Sandiaga Primadona Bursa Cawapres 2024
Direktur Indonesian Presidensial Studies Arman Salam [Foto-MI/doc]

Monitorindonesia.com – Potensi kerugian negara akibat pandemi Covid -19 yang mencapai sekitar Rp 1.300 triliun jika dikuantifikasikan cukup beralasan. Namun itu adalah potensi diatas kertas karena variabel dari Gross National Product (GNP) adalah konsumsi masyarakat, investasi dan selisih ekspor dan impor.

Konsumsi adalah andalan dalam perolehan negara sehingga dengan situasi terjepit dimana pengurangan upah akibat mekanisme aturan kuota pekerja dan PHK massal yang terjadi jelas menurunkan konsumsi dan berdampak pada turunnya daya beli masyarakat karena banyaknya pengangguran. Disisi lain investasi pun tersendat banyak investor baik dalam maupun luar ‘menahan’ dana investasinya karena berbagai kendala dan pertimbangan akibat pandemi.

Bacaan Lainnya

Dari Survei Nasional Indonesian Presidensial Studies (IPS) bulan Maret 2021 memang ekonomi adalah masalah yang paling berdampak. Trio isu yang merontokkan pamor pemerintahan yakni turunnya daya beli masyarakat, ketidak-berdayaan masyarakat untuk membeli sembako, bahan bakar minyak dan pengangguran yang meningkat.

“Harus ada langkah yang luar biasa dari pemerintah untuk mengatasi hal ini, Kementrian yang bertanggungjawab untuk hal ini adalah kementrian ekonomi, Airlangga dan jajarannya harus segera membuat trobosan merumuskan kebijakan agar trio isu tersebut segera ditanggulangi,” jelas Direktur Indonesian Presidensial Studies (IPS) Arman Salam kepada Monitorindonesia.com di Jakarta, Selasa (04/5/2021).

Menurut Arman Salam, Menteri Bidang Ekonomi harus mampu merumuskan kebijakan dan memberikan keyakinan kepercayaan investor agar geliat ekonomi berjalan normal yang berdampak pada penyerapan kembali tenaga kerja.

Tidak kalah penting, lanjut Arman, evaluasi kebijakan dan langkah tegas dari penyelewengan anggaran baik pemulihan kesehatan maupun bantuan sosial terkait pandemi agar tepat sasaran dan bisa dijadikan stimulan ekonomi ditengah ke tidak berdayaan masyarakat akibat pandemi, tidak sedikit anggaran yang dikucurkan disektor tersebut yang seharusnya bisa menjadi stimulan.

Selain itu, lanjut Arman Salam, pemerintah perlu memberikan bantuan-bantuan kepada pelaku ekonomi mikro, pengusaha kecil dan menengah agar roda ekonomi bisa berputar. Sehingga daya beli bisa merangkak naik serta memperkuat pendampingan dan pelatihan serta membuka jalur pemasaran yang mudah diakses dan membantu masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah.

“Pemerintah harus hadir terdepan sebagai penggerak dan pelindung, inovasi dan kreatifitas tim ekonomi pemerintah diuji saat ini,” tutur Arman.

Dikatakan Arman, jika tidak ada gebrakan dalam pemulihan ekonomi tidak menutup kemungkinan kepercayaan publik akan menurun terhadap pemerintahan. Bahkan, bisa saja terjadi chaos disemua bidang baik sosial, politik maupun keamanan.

“Tim ekonomi yang dikomandoi Airlangga Hartarto selaku Menko bidang ekonomi harus jeli dan cepat bergerak mulai dari membuat, melaksanakan dan mengevaluasi kebijakan dalam penanganan masalah dibidang ekonomi tersebut,” tandas Arman.[man]

Pos terkait