BNN Kota Jakarta Utara Perlebar Jangkauan Layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat 

  • Whatsapp
BNN Kota Jakarta Utara Perlebar Jangkauan Layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat 
Dokter Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara dr Novianti Purnamasari akan memperlebar jangkauan penerapan program Intervensi Berbasis Mayarakat (IBM) pada tahun 2021 [istimewa]

Jakarta, MonitorIndonesia.com – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara memperlebar jangkauan penerapan program Intervensi Berbasis Mayarakat (IBM) pada tahun 2021. Tercatat hingga saat ini program tersebut telah diterapkan di enam kelurahan seperti Kelurahan Pademangan Barat, Kelurahan Sunter Jaya, Kelurahan Tanjung Priok, Kelurahan Warakas, Kelurahan Ancol, dan Kelurahan Semper Barat.

Dokter Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara dr Novianti Purnamasari mengatakan program IBM ini merupakan layanan rehabilitasi dengan pendekatan dari masyarakat untuk masyarakat di suatu wilayah kelurahan.

Mereka merupakan relawan yang bersedia membantu korban penyalahgunaan narkotika secara sukarela (relawan) untuk menjalani program rehabilitasi

“Mereka ini berasal dari unsur masyarakat setempat. Mereka harus memiliki rasa sosial yang tinggi, berkomitmen, mau bekerjasama, mau terjun ke lapangan dan mampu mempengaruhi warga yang ingin terbebas dari narkotika. Untuk tahun ini kami sedang fokus pengembangan menerapkannya di Kelurahan Ancol dan Semper Barat,” kata dr Novianti saat dikonfirmasi, Jumat (19/2/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Relawan ini dikatakan dr Novianti memiliki tugas menemukenali, menjangkau, dan mendampingi calon klien yang mau mengikuti program rehabilitasi di Kantor BNNK Jakarta Utara. Sebelum benar-benar bertugas, mereka dibekali materi tips dan trik seperti teknik komunikasi agar calon klien yakin terhadap program rehabilitasi yang ditawarkannya.

“Mereka tentunya tidak langsung menawarkannya kepada calon klien, namun bisa terlebih dahulu menggali informasi melalui lingkaran (circle) terdekatnya seperti keluarga, pengurus RT/RW, dan teman,” tambah dr Novianti.

Jika berhasil merujuk, calon klien akan menjalani proses rehabilitasi gratis mulai dari assessment (penilaian), pemeriksaan kesehatan, tes urin, hingga konsultasi berjalan selama dua bulan. Layanan rehabilitasi ini dipastikan tidak berbayar alias gratis.

“Kami hanya menangani layanan rehabilitasi bagi klien dengan kasus penyelahgunaan narkotika ringan dan sedang saja, sedangkan untuk kasus penyelahgunaan narkotika berat, klien akan dirujuk untuk menjalani rawat inap seperti di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, hingga sejumlah yayasan anti narkotika yang sudah bekerjasama dengan kami,” tandas dr Novianti.

Pos terkait