Jakarta, MI— Kemenangan beruntun Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026 mendapat perhatian media Belanda. Namun di tengah pujian terhadap performa skuad Garuda dan ketajaman Ole Romeny, media Negeri Kincir Angin juga menyinggung kegagalan Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia menutup FIFA Matchday dengan hasil impresif setelah menundukkan Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026). Gol tunggal kemenangan dicetak Ole Romeny pada menit ke-12 melalui assist Ragnar Oratmangoen.
Hasil itu melengkapi kemenangan sebelumnya atas Oman dengan skor telak 3-0 sekaligus memperpanjang tren positif skuad asuhan John Herdman.
Media Belanda, VoetbalPrimeur, memberikan perhatian khusus kepada Ole Romeny yang kembali menjadi pembeda bagi Timnas Indonesia.
Media tersebut menilai striker Oxford United itu berperan penting dalam kemenangan Indonesia atas Mozambik dan membantu Garuda meraih dua kemenangan beruntun hanya dalam rentang lima hari.
Selain Romeny, VoetbalPrimeur juga menyoroti banyaknya pemain diaspora yang memperkuat Timnas Indonesia, seperti Maarten Paes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, hingga Nathan Tjoe-A-On yang tampil sebagai pemain pengganti.
Kemenangan atas Mozambik turut mendongkrak posisi Indonesia di ranking FIFA. Skuad Garuda memperoleh tambahan 5,69 poin sehingga kini mengoleksi 1.157,14 poin dan naik ke peringkat 118 dunia.
Catatan dua kemenangan tanpa kebobolan menjadi sinyal positif bagi perkembangan permainan Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman.
Organisasi permainan yang semakin solid serta disiplin taktik yang meningkat menjadi modal penting menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk persiapan menuju Piala AFF 2026 dan kualifikasi turnamen besar mendatang.
Meski memberikan apresiasi terhadap perkembangan Timnas Indonesia, VoetbalPrimeur turut mengingatkan bahwa skuad Garuda gagal mewujudkan ambisi tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Sorotan itu menunjukkan bahwa perkembangan pesat Timnas Indonesia kini mulai mendapat perhatian luas di Eropa, terutama karena banyaknya pemain berdarah Indonesia yang berkarier di Belanda dan kompetisi Eropa lainnya.
Meski gagal menuju Piala Dunia 2026, performa positif dalam FIFA Matchday menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia masih berada di jalur yang tepat untuk membangun kekuatan menuju target yang lebih besar, termasuk perjuangan merebut tiket Piala Dunia 2030.**

