Jakarta, MI– Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan psywar jelang duel panas semifinal Piala Dunia 2026. Penyerang Barcelona itu dengan penuh percaya diri menegaskan bahwa bukan Spanyol yang harus mewaspadai Prancis, melainkan sebaliknya.
Duel dua raksasa Eropa itu akan berlangsung pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB di Texas dan diprediksi menjadi laga yang layak disebut sebagai final lebih awal. Namun, Yamal memastikan skuad La Roja datang tanpa sedikit pun rasa gentar.
"Kalau ada tim yang harus ditakuti oleh Prancis, tim itu adalah kami," tegas Yamal usai membawa Spanyol menyingkirkan Belgia dengan skor 2-1.
Kepercayaan diri pemain berusia 18 tahun itu bukan tanpa alasan. Dalam dua pertemuan terakhir di ajang bergengsi, Spanyol selalu berhasil menaklukkan Les Bleus. La Roja lebih dulu mengalahkan Prancis pada semifinal Euro 2024 sebelum kembali menang di UEFA Nations League 2025.
Selain unggul dalam rekor pertemuan, Spanyol juga tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelum kebobolan saat menghadapi Belgia di perempat final, pasukan Luis de la Fuente sempat mencatatkan rekor belum pernah kebobolan di turnamen tersebut.
"Saya pikir kami adalah dua tim terbaik di Piala Dunia ini. Kami menghormati mereka, tetapi kami sama sekali tidak memiliki rasa takut," ujar Yamal.
Spanyol melangkah ke semifinal setelah kemenangan dramatis atas Belgia lewat gol Mikel Merino pada menit ke-88. Sementara itu, Prancis memastikan tiket empat besar usai menumbangkan Maroko dengan skor 2-0.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengakui duel melawan Prancis akan berlangsung sangat berat. Meski demikian, ia optimistis timnya memiliki kualitas untuk kembali menghentikan langkah Kylian Mbappe dan kolega.
"Kami tahu kualitas Prancis sangat luar biasa. Namun kami juga percaya dengan kemampuan yang kami miliki untuk kembali meraih kemenangan," ujar De la Fuente.
Perjalanan Spanyol menuju semifinal memang tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada fase grup sebelum bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay. Di fase gugur, La Roja menyingkirkan Austria, Portugal, dan Belgia, termasuk dua kemenangan yang ditentukan lewat gol-gol dramatis di menit-menit akhir.
Yamal pun membela performa timnya yang sempat dinilai kurang meyakinkan. Menurutnya, banyak lawan memilih bermain sangat defensif sehingga membuat Spanyol sulit mengembangkan permainan.
"Mungkin terlihat kami tidak bermain terlalu bagus, tetapi setiap lawan hanya bertahan di area mereka sendiri. Tidak ada yang berani bermain terbuka melawan kami. Yang terpenting, kami terus menang, dan itu yang paling berarti," pungkas Yamal.
Semifinal nanti menjadi kesempatan bagi Spanyol untuk kembali menegaskan dominasinya atas Prancis sekaligus menjaga mimpi merebut gelar Piala Dunia kedua setelah sukses menjadi juara pada 2010. Sebaliknya, Les Bleus bertekad mencetak sejarah dengan menembus final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.**
