Dallas, MI – Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit usai Les Bleus tersingkir dari Piala Dunia 2026. Namun, di balik protes tersebut, Deschamps mengakui timnya memang tampil di bawah performa terbaik sehingga harus mengakui keunggulan Spanyol 0-2 pada laga semifinal.
Kekalahan di semifinal membuat langkah Prancis terhenti, sementara Spanyol melaju ke partai puncak berkat gol penalti Mikel Oyarzabal dan gol Pedro Porro. Sepanjang pertandingan, La Furia Roja tampil lebih dominan dan mampu membatasi kreativitas lini serang Prancis.
Sorotan utama Deschamps mengarah pada keputusan wasit Ivan Barton yang memberikan hadiah penalti kepada Spanyol setelah Lucas Digne dinilai melanggar Lamine Yamal. Keputusan tersebut memicu perdebatan karena dianggap berawal dari dugaan bola lebih dulu mengenai tangan Yamal.
Meski mempertanyakan kualitas kepemimpinan wasit, Deschamps menegaskan faktor utama kekalahan tetap berasal dari penampilan timnya sendiri.
"Tentu saja ada kekecewaan yang sangat besar. Kami harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami secara teknis berada di bawah tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Sebagian besar kesalahan ada pada kami sendiri," kata Deschamps.
Pelatih berusia 57 tahun itu juga mempertanyakan apakah wasit sudah layak memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia, namun memilih tidak menjadikan keputusan tersebut sebagai alasan utama kekalahan.
"Saya hanya bertanya, apakah wasit cukup bagus untuk memimpin semifinal Piala Dunia? Ada beberapa situasi yang menurut saya merugikan kami, tetapi saya tidak mengatakan ini hanya karena kami kalah," ujarnya.
Deschamps menilai Prancis kehilangan ketajaman di lini depan. Dari 10 percobaan sepanjang pertandingan, hanya tiga yang mengarah ke gawang dan tidak satu pun berbuah gol. Ini menjadi kali pertama Les Bleus gagal mencetak gol sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya mengoleksi 16 gol dalam enam pertandingan.
Menurutnya, banyak kesalahan teknis dan umpan yang tidak akurat membuat Prancis gagal menciptakan peluang berbahaya untuk membalikkan keadaan.
"Kami tampil sedikit di bawah standar dan kurang berbahaya dalam menyerang dibandingkan kemampuan yang sebenarnya kami miliki. Kami membuat terlalu banyak kesalahan teknis dan kehilangan peluang membangun serangan," tutur Deschamps.
Meski kecewa, Deschamps meminta timnya menerima hasil tersebut sebagai bagian dari persaingan di level tertinggi sepak bola dunia.
"Kami harus menerimanya. Inilah sepak bola di level tertinggi, meskipun hasil ini sangat menyakitkan," pungkasnya.**
