Botswana Jadi Negara Pertama Afrika dengan Keseluruhan Orang Dewasa yang Divaksin

  • Whatsapp
Botswana Jadi Negara Pertama Afrika dengan Keseluruhan Orang Dewasa yang Divaksin

Monitorindonesia.com – Pihak berwenang di lembaga kesehatan Bostwana mengungkapkan bahwa mereka akan menerima hampir dua jua dosis vaksin Covid-19, cukup untuk seluruh orang dewasa di Bostwana. Jika setiap orang bersedia divaksin maka Botswana bisa jadi negara pertama di Afrika yang melakukan vaksinasi secara keseluruhan.

Melalui televisi lokal Senin (26/04/2021) Wakil kordinator petugas penanganan Covid-19, Mosepele Mosepele mengatakan bahwa negara telah mencapai kesepakatan dengan para pembuat vaksin untuk menyediakan dosis vaksin dengan jumlah penduduk 1,9 juta jiwa.

Bacaan Lainnya

Botswana mempunyai 1,6 juta penduduk dewasa, tetapi bagi yang bukan warga negara Botswana juga bisa disuntik vaksin, Mosepele menambahkan.

Botswana menerima 60,000 dosis vaksin Covishield dari India dan fasilitas COVAX bulan lalu. Mosepele mangatakan bahwa program vaksinasi diterima dengan cepat oleh masyarakat dengan 47.160 total penduduk yang sudah disuntik vaksin sejak 26 Maret.

Dia belum bisa memastikan kapan 1,9 juta dosis vaksin akan tiba tetapi diketahui bahwa pengiriman yang telat kebanyakan dari Johnson & Johnson yang diharapkan dikirim 1,1 juta dosis di awal.

Pemerintah menerima 200.000 dosis vaksin Sinovac dari Cina tepat waktu minggu ini. Kabo Morwaeng, menteri urusan kepresidenan menegaskan orang-orang untuk disuntik vaksin Sinovac.

“Saya juga mau memohon kepada orang –orang yang enggan melakukan vaksinasi dengan Sinovac untuk tetap disuntik vaksin. Proses ini diharapkan berdampak baik untuk kita semua,” katanya.

“Saya harus menjamin para petugas kesehatan kita telah melalui proses aturan pengobatan Botswana (Botswana Medicines Regulatory Authority – BOMRA), akan tetap memastikan vaksin yang disuntikkan aman untuk kita semua.”

Awal bulan ini dua orang telah meninggl setelah disuntik vaksin Covishield. BOMRA masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Kami mendukung menteri kesehatan untuk tetap menerima vaksin ini, mereka akan memastikan bahwa mereka akan melakukann strategi yang sangat jelas, mendasar dan sederhana dan tersebar luas ke semua struktur masyarakat supaya setiap orang dapat ambil bagian, tempat proses vaksinasi akan menggunakan aula supaya tidak mempengaruhi fasilitas umum kesehatan.”

“Botswana telah mencatat 702 kasus kematian Covid-19 dengan jumlah terbanyak di bulan Februari dan Maret dan total infeksi terkonfirmasi 46.000 kasus.[Yohana RJ]

Sumber: VOA

Pos terkait