BPOM Diminta Jelaskan Informasi Miring Soal Produk Nastle

  • Whatsapp
BPOM Diminta Jelaskan Informasi Miring Soal Produk Nastle
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Monitorindonesia.com – Dokumen internal perusahaan Nestle yang menyebut sejumlah produk makanan dan minumannya tidak sehat beredar.

Berdasarkan dokumen yang diterima Financial Times, lebih dari 60 persen produk makanan dan minuman Nestle disebut tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, informasi 60 persen produk makanan dan minuman Nestle tidak sehat adalah kabar yang menyedihkan.

Meski demikian, Handoyo mengaku tak dapat menjustifikasi informasi tersebut sebelum mendapat penjelasan resmi dari pihak Nestle.

Politikus PDIP ini pun meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberikan penjelasan terkait informasi tersebut.

Rahmad juga memastikan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan dalam rapat dengan BPOM dalam waktu dekat terkait persoalan ini.

“Tentu ketika nanti ada rapat fungsi pengawasan dengan BPOM. Akan kita minta informasi bagaimana pendalaman BPOM, bagaimana menyikapi, langkah, dan solusinya, bagaimana koordinasinya dengan perusaahan terkait,” kata Rahmad, Senin (07/06/2021).

Selain BPOM, Rahmad juga meminta agar Nestle memberikan penjelasan terkait informasi tersebut.

“Kami dorong Nestle di Indonesia, kami minta keterangan resmi terhadap dokumen internal yang beredar di media, karena Nestle pasarnya besar di Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, dokumen internal Nestle yang ditinjau Financial Times menunjukkan bahwa hanya 37 persen dari produk Nestle yang mendapat peringkat di atas 3,5 dalam sistem peringkat kesehatan Australia.

Sistem penilaian tersebut memberi peringkat maksimal 5, sedangkan peringkat 3,5 adalah ambang batas produk makanan sesuai dengan standar kesehatan.

Perhitungan tersebut meliputi makanan dan minuman secara keseluruhan. Sekitar 70 persen produk Nestle gagal memenuhi ambang batas tersebut, termasuk 96 persen produk minuman (tidak termasuk kopi murni) dan 99 persen produk manisan serta es krim Nestle.

Sementara itu, peringkat 82 persen produk air dan 60 persen produk susu telah memenuhi ambang batas. Adapun data tersebut tidak termasuk susu formula bayi, makanan hewan peliharaan, kopi dan nutrisi medis khusus.[bng]

Pos terkait