Bukhori Yusuf: Banjir Semarang Akibat Lemahnya Infrastruktur

  • Whatsapp
Bukhori Yusuf: Banjir Semarang Akibat Lemahnya Infrastruktur
Bukhori Yusuf

Jakarta, Monitorindonesia.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf menilai lemahnya kesiapan infrastruktur sebagai penyebab terjadinya banjir yang meluas di Kota Semarang. Secara rinci, ia mengurai persoalan infrastruktur tersebut dalam empat hal.

“Pertama, penyebab banjir di Semarang, tidak dipungkiri, salah satunya akibat pembangunan bong atau titik resapan di Semarang yang belum terealisasi,” ungkapnya selepas meninjau lokasi banjir di Kelurahan Banjarduwo Kecamatan Genuk Kota Semarang, Rabu (10/2/2021).

Politisi PKS ini menambahkan, saluran drainase di lingkungan masyarakat juga tidak sepenuhnya berjalan secara optimal.

Tidak semua saluran pembuangan air tersebut bermuara ke Banjir Kanal Barat akibat tersumbat sampah. Hal itu juga yang menjadi faktor yang mendorong limpahan air hujan selama satu minggu terakhir menggenang cukup lama di permukaan karena tidak teralirkan ke muara yang semestinya.

“Kondisi geografis sebagian Kecamatan seperti Pedurungan, Genuk, dan Gayamsari berada di kawasan dataran rendah. Intensitas hujan yang tinggi, membuat aliran air dari daerah atas kian deras. Hal ini diperparah dengan aliran air yang tidak bisa terserap dan teralirkan dengan lancar akibat saluran drainase yang tidak bekerja baik,” tandasnya.

Lebih lanjut, politisi dapil Jateng 1 ini juga menyoroti faktor lain seperti proyek normalisasi banjir kanal timur yang kurang efektif dalam mengantisipasi banjir serta proyek pembangunan tanggul laut Semarang-Demak yang belum kunjung selesai.

“Normalisasi banjir kanal timur tidak dilakukan optimal, bahkan terkesan setengah hati. Sejauh pengamatan saya di lapangan, bibir sungai masih dipenuhi tanah dan rumput liar sehingga terlihat seperti tidak terurus. Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah untuk segera menuntaskan segala persoalan infrastruktur yang belum tuntas. Sebab, ketahanan warga dalam menghadapi bencana tidak lepas dari peran pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur kebencanaan yang memadai. Keselamatan masyarakat harus menjadi orientasi pembangunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama saat mengunjungi warga terdampak, Bukhori juga sangat mengapresiasi kinerja masyarakat Kota Semarang yang tanggap dan memiliki jiwa sosial yang tinggi dalam membantu sesama.

Menurutnya, pemerintah Kota Semarang sangat diuntungkan dengan modal sosial yang sudah tertanam lama dalam diri warganya.

“Budaya guyub dan gotong royong menjadi kunci warga untuk bisa bertahan dalam menghadapi situasi sulit. Banyak relawan dari elemen warga yang turun tangan membantu, mulai dari membuat dapur umum, distribusi logistik, hingga evakuasi. Tindakan heroik ini bahkan dilakukan jauh sebelum unsur dari pemerintah turun,” sambungnya.

Karena itu, demikian Bukhori melanjutkan, saya meminta supaya sejumlah dapur umum masyarakat ini bisa dicatat oleh BPBD Kota Semarang supaya bisa mengakses suplai bantuan dari pemerintah. Di samping itu, para relawan ini juga harus bisa diberdayakan dan dibantu oleh pemerintah sehingga kinerja mereka di lapangan lebih maksimal,” pungkasnya. (tng)

Pos terkait