Busyro : Ditangan Presiden Jokowi Sistem Pemberantasan Korupsi Tumbang

  • Whatsapp
Kisruh TWK KPK, Busyro Minta Presiden Jokowi Bentuk Tim Independen
Mantan Komisioner KPK Busyro Muqoddas (tengah )/Foto Ist

Monitorindonesia.com – Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, Busyro Muqoddas, mengatakan sejumlah tokoh-tokoh aktivis masyarakat sipil intensif melakukan pertemuan-pertemuan daring membahas nasib KPK di masa pemerintahan Jokowi.

“Kesimpulan besar saya begini, bahwa penonaktifan 75 pegawai KPK melalui proses tes wawasan kebangsaan itu mempertegas pernyataan saya sebelumnya, yaitu di tangan Presiden Jokowi sistem pemberantasan korupsi itu tumbang,” kata Busyro, Rabu (12/5/2021).

Bacaan Lainnya

Busyro kembali mengingatkan Jokowi soal janji-janji saat kampanye Pilpres dahulu. Dia mengatakan, janji-janji itu berujung dengan Surpres Jokowi untuk DPR tentang revisi UU KPK.

“Rangkaian langkah-langkah pemilihan pimpinan KPK terpilih ini tidak bisa dilepaskan dari RUU itu,” katanya.

Busyro mengaitkan di masa kepemimpinan Firli Bahuri, KPK kini BNPT dilibatkan dalam proses seleksi pimpinan dan juga pegawai KPK untuk menjadi ASN. Keterlibatan BNPT, kata Busyro, menggambarkan isu yang tandus moralitasnya dan isu menyesatkan bahwa KPK itu sarang militan taliban.

“Sampai ada taliban itu dikaitkan dengan tokoh DI TII Kartosuwiryo, Kahar Muzakkar dan sebagainya. Itu kan kengerian yang dahsyat sekali itu,” ujar dia.

Salah satu pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) ala BKN Harun Al Rasyid berjanji akan terus melawan membuktikan siapa sebenarnya yang tidak berintegritas di KPK. Siapa pula yang sering bermain politik dan siapa yang tidak steril dari pihak-pihak yang berperkara sangat penting dibuktikan.[Lin]

Pos terkait