Situs Candi Jiret Simangambat, Peradaban Sejak Abad ke-8 Masehi

  • Whatsapp
candi jiret-simangambat-peradaban-abad-8-masehi

Medan, Monitorindonesia.com – Sumatera Utara selama ini tidak di kenal sebagai pusat peradaban Kuno Indonesia di masa Hindu ataupun Buddha. Namun penemuan sejarah membuktikan, dulunya Sumatera Utara memiliki peradaban kuno yang sangat tua.

Namun banyak bukti sebenarnya tentang peradaban di Sumut yang sangat tua. Sebagai, contoh, penemuan Candi Portibi, Candi Barumun, Candi Sipamutung yang terletak di Padang Lawas dan candi-candi lainnya.

Kuat dugaan candi-candi tersebut merupakan peninggalan Budha sekitar abad ke 11, dan ada candi yang lebih tua dari candi-candi tersebut yaitu Candi Jiret Simangambat.

Candi Jiret berada di Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal-Sumut. Sekitar 200 kilometer dari Kota Medan, Ibukota Sumut.

Ini terlihat dari pahatan batu-batuan yang di ambil dari sungai di dekat candi dan konstruksi candi Jiret Simangambat ini sangat mirip dengan candi sewu yang berada di Jawa Tengah. Kemiripan ini juga yang menguatkan candi Jiret Simangambat di duga kuat berasal dari abad yang sama dengan Candi Sewu.

Candi Jiret selama ini dikenal sebagai “Kuburan” dalam Bahasa Mandailing.  Simangambat ini merupakan bukti sejarah bahwa adanya peradaban di daerah ini pada abad ke-8 Masehi dan candi ini labih tua kurang lebih 200 Tahun dari candi-candi yang berada di Padang Lawas.

Menurut Johanes Andrianto Pakpahan, dari Balai Arkeologi Medan, struktur relief yang dipahat indah dipermukaan batu padas ini menunjukkan kemakmuran dan kebahagiaan kehidupan pada saat peradaban zaman dulu.

“Sesuai dengan relief yang membentuk candi ini diyakini ber-ornamen Candi Hindu,” ujar Andrianto Pakpaham saat ditemui Monitorindonesia.com di lokasi Situs Candi Jiret Simangambat pada Jumat,(07/5/2021).

Dia juga berkata, dari beberapa catatan tentang adanya jejak peradaban yang membentang dari Candi Jiret Simangambat ini ke wilayah sungai Barumun juga membuat asumsi baru bahwa daerah antara Candi Jiret Simangambat ke aliran sungai Aek Badan hingga ke arah Utara pernah menjadi pusat peradaban besar pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

“Kita tumbuh dari sebuah etnis pasti ada sejarahnya. Jadi peninggalan sejarah itu harus kita jaga bersama dan merupakan tanggungjawab kita bersama agar anak cucu kita dapat mempelajarinya,” ujar Andrianto.[Martua Silaban]

Pos terkait