Cangkul Merah Putih Dari Klaten Solusi Turunkan Impor Cangkul 

  • Whatsapp
Cangkul Merah Putih Dari Klaten Solusi Turunkan Impor Cangkul 
Pendiri UD Arum Sari salah satu UMKM Pande Besi di Klaten, Jawa Tengah beserta produk buatannya [istimewa]

Jakarta, MonitorIndonesia.com – UD Arum Sari adalah salah satu UMKM Pande Besi di Klaten, Jawa Tengah yang memproduksi alat pertanian, seperti cangkul, linggis, ganco dan lainnya usaha yang dipimpin oleh Supriyanto ini didirikan pada 1989.

Nama Arum Sari sendiri diambil dari nama anak Supriyanto “Sari”. Sedangkan harum adalah harapan Supriyanto terhadap usahanya. Supri sapaan akrabnya berharap usahanya dapat harum dengan terus memproduksi produk yang berbeda dan berkualitas. Saat ini pasar produk UD Arum Sari berada di wilayah Jawa Tengah, seperti Sragen, Klaten dan Pekalongan

Gigih dan selalu ingin maju adalah sosok dari Supriyanto. Pria asal lawa Tengah ini aktif dalam berkomunitas dan selalu komitmen dalam meningkatkan kompetensinya. Supriyanto adalah salah satu anggota aktif dari Koperasi Industri dan kerajinan Derap Laju Pande Besi dan Las (Kopinkra 18).

Supriyanto juga merupakan UMKM pande besi binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan YDBA.

Beberapa kegiatan YDBA yang telah diikuti, antara lain Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Pelatihan Pengetahuan Material & Teknik Tempa, Pelatihan Gambar Teknik Pelatihan Design Proses, Pelatihan Pengukuran, Pelatihan Dinamika Kelompok, Pelatihan Cost Calculation & Pembukuan Sederhana dan program lainnya yang

Mendukung peningkatan kompetensi Supriyanto Berkat kegigihan dan komitmennya dalam menghasilkan produk sesuai standar quality, cost dan delivery yang dipelajarinya dalam berbagai program di atas, Supriyanto dipercaya menjadi UMKM Pande Besi yang bertanggung-jawab dalam audit sertifikasi SNI Cangkul Merah Putih.

Program cangkul merah putih adalah program lokalisasi cangkul kolaborasi YDBA Bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI serta Kementerian Perindustrian dengan merek Cangkul Merah Putih sebagai salah satu solusi untuk menurunkan nilai impor cangkul yang terjadi di Indonesia. Kolaborasi ini juga melibatkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam hal pemasaran dan

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam hal pembiayaan. YDBA sendiri melibatkan UMKM Pande Besi binaannya di Klaten yang tergabung dalam Kopinkra 18 dalam membuat produk cangkul merah putih tersebut, salah satunya adalah UD Arum Sari.

Di tengah pandemri yang tentu berdampak bagi UMKM Indonesia, Supriyanto tentu memiliki strategi dalam menyiasati usahanya agar terus bertahan dan eksis. Selain terlibat untuk lokalisasi cangkul di masa pandemi, Supri juga memanfaatkan peluang dari kebutuhan bahan baku material yang dibutuhkan berbagai pihak. Supri saat ini memasok bahan baku tersebut ke daerah Wonosobo.

Sekilas UD Arum Sari:

Nama Pemilik: Supriyanto

Bidang Usaha: Manufaktur

Lokasi Usaha Binaan: Dukuh Karangpoh – Bonyokan, Klaten

Dibina Tahun: 2018

Aset yang dimiliki: Alat Produksi Pacul, Las dan alat Produksi Manual modern

Jumlah Pekerja: 6 orang

Status Tempat Usaha: Milik Sendiri

Penguasaan Teknologi: Manual Semi Modern

Pragram yang Telah Diikuti:

1. Pelatihan Basic Mentally

2 Pelatihan SR

3. Pelatihan Pengetahuan Material & Tekhnik Tempa

4. Pelatihan Gambar Tekhnik

5. Pelatihan Design Proses

6. Pelatihan Pengukuran

7. Pelatihan Manajemen Logistik

8. Pelatihan Dinamika Kelompok

9. Pelatihan BMC

10. Pelatihan Cost Calculation & Pembukuan Sederhana

11. Pelatihan PPIC

12. Benchmark ke Perusahaan Grup PT Menara Terus Makmur

Pos terkait