Cegah Covid-19, Ditlantas Polda Metro Terapkan Konsep Kantor Tangguh

  • Whatsapp
Cegah Covid-19, Ditlantas Polda Metro Terapkan Konsep Kantor Tangguh

Jakarta-Monitorindonesia.com Setelah beberapa tempat didirikan Kampung Tangguh, kini Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerapkan konsep Kantor Tangguh

Hal ini dalam rangka mencegah dan menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Upaya ini dilakukan demi terwujudnya pelayanan prima Kepolisian di tengah situasi pandemi covid-19. Kami akan menerapkan protokol kesehatan 5 M dan 3 T yang berlaku bagi seluruh Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya maupun masyarakat yang  datang,”  kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, penerapan disiplin protokol kesehatan 5 M di mulai dari anggotanya sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Upaya ini kami lakukan untuk memastikan lingkungan kantor tetap aman dan sehat serta pelayanan berjalan maksimal di tengah pandemi Covid- 19,” ujar Sambodo.

Lanjut Sambodo Anggota dengan mengunakan pakaian dinas PDL satu Polantas wajib melakukan pengecekan suhu tubuh, mengunakan masker, pelindung wajah, dan membawa hand sanitizer, mengunakan sarung tangan Latex (karet) serta berprilaku hidup bersih dan sehat.

“Selain itu petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari pada seluruh kantor tangguh Ditlantas Polda metro jaya,” jelas Sambodo

Selanjutnya, kata Sambodo bagi tamu atau pengunjung yang datang ke kantor pelayanan Ditlantas Polda Metro Jaya difasilitasi pengecekan suhu tubuh otomatis tempat pencucian tangan, tisu kering dan hand sanitizer serta penyediaan masker gratis.

“Kami juga memasang kaca pembatas antara petugas dan pemohon di setiap loket pelayanan, memasang banner informasi tentang pencegahan Covid-19, serta memberi garis batas pada kursi tamu dan batas antrian,” ujarnya.

Ditlantas Polda Metro Jaya, lanjut Sambodo juga memasang banner pengumuman pembatasan jam pelayanan dan jumlah maksimum pengunjung perhari.

“Untuk membatasi jumlah pengunjung dan mencegah terjadinya kerumunan, kami membatasi jam pelayanan dari pukul 08:00 hingga pukul 14:00 Senin s/d Jumat dan jumlah maksimum 340 orang perhari,” ujar Sambodo. (TAK)

Pos terkait