Cegah Terorisme, Negara Perlu Atasi Ketimpangan dan Ketidakadilan

  • Whatsapp
Cegah Terorisme, Negara Perlu Atasi Ketimpangan dan Ketidakadilan
Diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertema “Mencari Akar dan Menemukan Format Ideal Penanganan Terorisme di Indonesia”, Senin (5/4/2021).

Monitorindonesia.com – Akar dari permasalahan terorisme dan radikalisme, tidak hanya disebabkan oleh faham yang ekstrim saja, tetapi juga karena adanya ketimpangan dan ketidakadilan.

Pendapat ini diungkapkan Ketua Umum GMNI, Arjuna P. Aldino dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertema “Mencari Akar dan Menemukan Format Ideal Penanganan Terorisme di Indonesia”, Senin (5/4/2021).

Memang diakui Arjuna, ketimpangan yang dimaksudnya ini tidak ada faidahnya, tetapi justru akan merugikan negara.

Sedang kemungkinan
lainnya, menurut Arjuna adalah adanya politik belah bambu dari negara besar untuk menciptakan perang dingin atau proxy war dengan menciptakan kelompok-kelimpok militan.

“Untuk itu, negara perlu menyelesaikan masalah ketimpangan tersebut. Jika tidak, maka akan menciptakan konflik ditengah masyarakat,” katanya.

Bahkan bagi penegak hukum, persoalan terorisme tidak hanya dipandang sebagai tindak pidana saja, namun perlu ditelisik juga soal sumber pendanaannya.

“Dalam hal ini, lalu lintas keuangan antar negara harus dimonitor,” demikian Arjuna.

Hal senada diungkapkan Ketua BEM UNJ/BEM SI, M. Alfian Fadhilah bahwa ketimpangan yang ada saat ini adalah ladang subur yang menimbulkan kerentanan untuk mudah dipengaruhi.

Menurutnya, jika tidak diperhatikan secara serius maka bukan hanya menimbulkan terorisme saja tetapi juga berdampak pada persoalan lainnya.

“Adanya politik diskriminatif akan menimbulkan perlawanan dan politik yang menyudutkan satu pihak juga akan semakin melahirkan terorisme baru. Menurut hemat, saya sebagai pemuda harus menjadi agen perubahan dan agen sosial kontrol,” imbuhnya. (Ery)

Pos terkait