China Tolak Tuduhan Melanggar Hak Azasi Manusia dari Negara G7

  • Whatsapp
china-tolak-melanggar-hak-azasi-manusia
Ilustrasi Bendera AS dan China. [Foto Reuters]

Monitorindonesia.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan pihaknya menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan pemaksaan ekonomi yang disampaikan para menteri luar negeri negara G7.

Bahkan Tiongkok menuduh mereka “mencampuri secara terang-terangan” urusan dalam negeri China dengan menyebut tudingan mereka tidak berdasar.

“Upaya untuk mengabaikan norma dasar hubungan internasional dan menciptakan berbagai alasan untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri China yang merusak kedaulatan dan mencoreng citra China tidak akan pernah berhasil,” kata Wang Wenbin seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya, pemerintah satu negara tidak boleh mengkritik dan mengganggu negara lain dengan mentalitas superior dan merusak prioritas utama kerja sama anti-epidemi internasional saat ini.

Para pejabat dari G7, yang meliputi AS, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada, bertemu di London minggu ini untuk membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama dunia. Analis mengatakan bahwa meskipun topik seperti bantuan pandemi dibahas, penolakan China terhadap “tatanan dunia liberal” adalah agenda utama di antara kekhawatiran mereka.

Perlakuan Tiongkok terhadap populasi etnis minoritasnya, kebijakannya di Hong Kong dan situasi di Selat Taiwan, disebutkan dalam komunike panjang yang dirilis oleh kelompok itu pada Rabu waktu setempat.

“Sejalan dengan kewajibannya di bawah hukum internasional dan nasional, kami menyerukan kepada China untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental,” menurut pernyataan bersama itu.

Para menteri luar negeri itu juga mendesak Tiongkok “untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam sistem internasional berbasis aturan”. Komunike itu turut menyerukan “partisipasi yang berarti” dari Taiwan dalam forum Organisasi Kesehatan Dunia dan Majelis Kesehatan Dunia. Mereka mengakui “kontribusi yang berhasil” dari Taiwan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Akan tetapi Wang menanggapi dengan mengatakan bahwa partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional harus ditangani sesuai dengan “prinsip satu China”. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri.

Akan tetapi, meski mereka meminta agar China memainkan “peran konstruktif” dalam urusan internasional, pernyataan menteri luar negeri G7 menahan diri untuk menjelaskan langkah-langkah konkret untuk menghadapi Beijing.

Analis mengatakan hal itu karena negara-negara seperti Italia dan Jerman sangat prihatin tentang potensi pembalasan jika bahasanya terlalu mengancam.[Yohana RJ]

 

Sumber : TheGuardian.com

Pos terkait