Covid Melonjak di DKI, Ratusan Pengusaha Ajukan Pembukaan Tempat Hiburan

  • Whatsapp
Covid Melonjak di DKI, Ratusan Pengusaha Ajukan Pembukaan Tempat Hiburan
Plt Kadis Parwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya. [net]

Monitorindonesia.com – Tempat hiburan malam (THM) hingga kini masih ditutup. Hal itu disebabkan tempat hiburan berpotensi menjadi lokasi Penularan wabah Covid-19 di masa Pandemi. Di tambah lagi, saat ini terjadi peningkatan kasus harian Covid-19 di Ibukota.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Parekraf, Gumilar Ekalaya menegaskan belum ada rencana untuk membuka tempat hiburan dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Namun Gumilar memberi sinyal ada kemungkinan tempat hiburan bakal dibuka kembali. Hanya saja ada catatan khusus bagi tempat hiburan dalam beroperasi lagi ialah dengan protokol kesehatan secara ketat.

Menurut Gumilar, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap tempat-tempat hiburan sebelum diizinkan beroperasi. Termasuk kepada tempat hiburan yang sudah mengajukan permohonan pembukaan.

“Saat ini sudah ada lebih dari seratus tempat hiburan yang mengajukan pembukaan dengan melampirkan ketentuan protokol kesehatan,” ungkapnya, Rabu (2/6/2021).

Bagi yang sudah mengajukan permohonan, Gumilar Menuturkan, akan dilakukan suvery terlebih dahulu. Peninjauan itu dilakukan untuk menilai sejauh mana dalam menerapkan protokol kesehatannya apakah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Pemprov DKI.

Kemudian Gumilar menyebutkan, tempat hiburan yang belum memenuhi SOP maka harus melakukan perbaikan. “Yang sudah mengembalikan (perbaikan) ada 50an pusat karaoke, hasil dari revisiannya gitu ya,” imbuh Gumilar.

Meski demikian, dikatakan Gumilar, bagi yang sudah mengembalikan revisi, tentu diuji coba lagi, apakah yang memang sudah benar-benar siap secara prokes baru boleh dibuka.

“Secara SOP dan memang punya komitmen untuk melaksanakan dan bertanggungjawab,” papar dia.

Prosedur tersebut, Gumilar menambahkankan, semata-mata karena Pemerintah tak boleh gegabah dalam memberikan izin pembukaan.

“Kita nggak mau karena saat ini memang sedang trennya (covid) lagi agak naik kan, gara-gara lebaran kemarin, ya mudah-mudahan agak membaik, mungkin bisa kita uji coba,” pungkasnya. (Zat)

Pos terkait