Daftar Partai Demokrat Milik Pribadi, SBY Dinilai Sedang Linglung

  • Whatsapp
Daftar Partai Demokrat Milik Pribadi, SBY Dinilai Sedang Linglung
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (ist)

Monitorindonesia.com – Mantan presiden dua periode yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan Partai Demokrat (PD) ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen KI Kemenkumham) atas nama pribadi. Pengajuan permohonan merek PD atas nama SBY itu tercatat di situs Dirjen KI Kemenkumham.

Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko, Saiful Huda Ems (SHE) mengaku prihatin dengan kelakuan SBY. Seharusnya di usia SBY yang semakin uzur bisa semakin tenang, cerdas dan bijak.

Bacaan Lainnya

“Ini malah semakin linglung dan membabi buta. Perilakunya (SBY) semakin tidak terarah dan menjadi tertawaan banyak orang, baik yang dahulu mendukungnya habis-habisan, maupun apalagi bagi mereka yang sejak awal tidak pernah menaruh simpati terhadapnya,” ucap SHE pada Jumat (09/4/2021).

SHE mengungkap, tindakan pendaftaran diam-diam yang dilakukan oleh SBY atau melalui orang kepercayaannya itu, tidak hanya membuat kubu Moeldoko merasa geli. Dia menilai SBY linglung karena yang diperbuatnya tidak sesuai dengan UU tentang Merek yang berlaku di negeri ini.

Menurutnya, SBY masih belum sadar bahwa partai politik itu bukan barang dagangan, juga bukan kepemilikan pribadi, melainkan kepemilikan orang banyak. Oleh karena itu, partai politik merupakan salah satu pilar dari demokrasi, dan bukan pilar dari salah satu keluarga.

SHE pun membeberkan UU Partai Politik untuk menyadarkan SBY. Pasal 1 angka (1) UU No. 2/2011 itu disebutkan: Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Di pasal itu, tidak ada yang namanya kepentingan pribadi dan kepemilikan pribadi untuk Partai Politik. SBY seharusnya juga mau membaca dan mengkaji tentang apa itu yang disebut dengan Merek dan Lukisan yang seharusnya layak dan tidak layak untuk didaftarkan ke Dirjen KI.

Ia mengingatkan SBY bahwa Partai Demokrat bukan perusahaan bisnis yang menjual barang dan jasa. “Hingga sangatlah lucu apabila tiba-tiba Pak SBY mendaftarkan merek dan lukisan Partai Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual, hanya karena Pak SBY takut kalah tarung politik dengan Pak Moeldoko,” ujarnya.

Oleh sebab itu, bagi SHE, langkah SBY yang telah mendaftarkan Merek dan Lukisan (Lambang) Partai Demokrat ke Dirjen yang selain menyalahi Undang-Undang juga merupakan suatu kebohongan besar.

“Kami para Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang berada dalam Kepemimpinan Bapak Dr. Moeldoko akan segera melakukan bantahan pada Dirjen Kekayaan Intelektual, bahwa apa yang dilakukan oleh SBY itu merupakan tindakan yang tidak hanya menyalahi Undang-Undang, namun juga merupakan suatu kebohongan besar yang telah dilakukan oleh SBY,” tandasnya.

Selain itu, SHE mengatakan, beberapa pendiri sah Partai Demokrat yang masih hidup akan bersaksi, bagaimana sesungguhnya Partai Demokrat itu didirikan dan dideklarasikan, siapa saja yang merancang dan membuat nama serta lambang Partai Demokrat yang sesungguhnya.

Selain itu, PD Moeldoko juga akan terus berusaha memperjuangkan Partai Demokrat agar kembali pada khittahnya, yakni partai yang terbuka, demokratis dan modern yang sama sekali jauh dari kepentingan dan penguasaan keluarga Cikeas.[ben]

 

Pos terkait