Darmadi Prihatin Pengusaha Warteg Terancam Bangkrut

  • Whatsapp
Darmadi Prihatin Pengusaha Warteg Terancam Bangkrut
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto [net]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Kabar kurang sedap datang dari para pelaku usaha rumah makan rakyat yakni Warung Tegal (WarTeg). Mereka mengaku kesulitan bahkan terancam tutup usahanya imbas pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI dari FPDIP, Darmadi Durianto mengaku prihatin akan nasib yang dialami para pelaku usaha warteg saat ini. Menurutnya, kondisi demikian perlu ada perhatian serius dari pemerintah.

“Saya getir mendengarnya. Betapa tidak, karena ada ratusan ribu orang akan terdampak serius ketika saudara-saudara kita para pelaku usaha warteg terancam gulung tikar. Ini persoalan serius saya kira. Pemerintah perlu turun tangan membantu persoalan ini,” lirih Politikus PDIP itu kepada wartawan, Jumat (12/02/2021).

Darmadi mengatakan, Pemerintah utamanya Kementerian Koperasi dan UMKM untuk tidak menutup mata dan telinga dengan kondisi ini.

“Kemenkopumkm mestinya sigap donk ketika ada persoalan ini. Pak presiden Jokowi kan tegas bahwa kalau menyangkut persoalan hajat hidup orang banyak mesti segera diselesaikan dan dibantu. Jangan pasif dan jangan abai,” tegas Legislator dari dapil DKI Jakarta III itu.

Menurutnya, ada sejumlah solusi yang dapat diambil Pemerintah dalam menyelamatkan ribuan para pelaku usaha warteg yang terancam gulung tikar ini.

“Pemerintah harus memberikan akses permodalan dengan skala prioritas bagi UMKM semacam Warteg ini, kemudian Pemerintah juga mesti melibatkan mereka untuk minimal menyediakan apa yang menjadi kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah semisal menyediakan makanan harian dan terpenting Pemerintah harus memberikan relaksasi kredit bagi mereka,” sarannya.

Solusi semacam itu, menurutnya, mesti diberikan sebagai upaya menghindari efek serius dari potensi kebangkrutan yang tengah membayangi mereka.

“Sebagai upaya mencegah melonjaknya angka pengangguran. Bayangkan jika benar terjadi ribuan warteg bangkrut, maka potensi pengangguran akan cukup besar dan ini tentu saja akan jadi beban Pemerintah. Alarm sudah berbunyi, maka sebaiknya Kemenkopumkm yang concern terhadap persoalan itu bergerak cepat jangan leha-leha ditengah kondisi darurat seperti ini,” tegasnya.

Disamping itu, Darmadi juga menekankan agar Pemerintah memfokuskan bagaimana menurunkan gini ratio yang masih tinggi.

“Agar ada pemerataan ekonomi yang dapat dirasakan semua kalangan termasuk kalangan pelaku usaha warteg ini. Dan menjaga agar tidak terjadi ketimpangan pendapatan ketika gini ratio mampu dikelola dengan baik oleh Pemerintah,” pungkasnya. (tng)

Pos terkait