Dave Laksono: Pembahasan Rencana Pengadaan Alpalhankan, Belum Selesai

  • Whatsapp
Dave Laksono: Pembahasan Rencana Pengadaan Alpalhankan, Belum Selesai
Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono.

Monitorindonesia.com – Pembahasan rencana pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankan) antara Komisi I DPR RI dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan (Kemhan), belum selesai. Apalagi terkait anggaran yang dibutuhkan untuk pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) yang mencapai Rp1,7 Kuadriliun, banyak menuai kritik dan konrtoversi karena angka sangat fantastis tersebut.

Memang, kata Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menjawab wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/6/201), Komisi I DPR RI sudah membahas ini dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, juga sebelumnya dengan WaMenhan Letjen TNI M. Herindra.

Bacaan Lainnya

Namun menurut Dave, pembicaraan dan pembahasan terkait Alpalhankan ini belum mendalam, apalagi ada keputusan apakah diterima atau ditolak oleh DPR RI. Rapat kerja Komisi I DPR dengan Menhan Prabowo Subianto pekan lalu itu, baru sebatas penjelasan dari pemerintah yang diwakili oleh Kemhan dan berdiskusi mengenai cara pembelian alat utama sistem persenjataan tersebut.

“Karena itu, Komisi I DPR masih akan memanggil lagi Menhan Prabowo Subianto untuk rapat membahas kelanjutan nasib pengadaan Alpalhankan tersebut. Kita agendakan dalam waktu dekat,” ucap politisi Partai Golkar itu sambil menambahkan bahwa DPR tentu saja menunggu kepastian dari pemerintah.

Terkait soal pengadaan Alpalhankan yang anggarannya sangat fantastis itu, Dave menyatakan dan berharap agar pemerintah jangan sampai terperangkap utang. Apalagi, sampai menyusahkan anak cucu di kemudian hari dan sampai merusak postur APBN atau merusak neraca keuangan negara.

Memang diakui Dave, rencana pemerintah membeli alutsista ini masuk akal dan dibutuhkan, mengingat kondisi peralatan yang dimiliki oleh TNI saat ini sudah memprihatinkan. Sehingga semuanya membutuhkan peremajaan dan modernisasi.

“Karena masuk akal itu, maka kita mendorong peremajaan dan modernisasi Alutsista tersebut. Indonesia dan TNI membutuhkan peralatan pertahanan yang kuat, mengingat ada potensi ancaman, baik dari dalam maupun ancaman dari luar negeri. Semua peralatan pertahanan yang dibutuhkan itu kata Dave untuk menjaga kedaulatan negara,” demikian Dave Laksono. (Ery)

#Dave Laksono

Pos terkait