Debu Erupsi Gunung Merapi Selimuti Pulau Saint Vincent

  • Whatsapp
Debu Erupsi Gunung Merapi Selimuti Pulau Saint Vincent
Debu Erupsi Gunung Merapi menyelimuti Pulau Saint Vincent Karibia Sabtu (10/4/2021). [Foto/Reuters]

Karibia, Monitorindonesia.com – Kepulauan kecil di wilayah bagian timur Karibia, Saint Vincent diselimuti lapisan debu dan bau sulfur yang kuat di udara pada hari Sabtu (10/04/2021) sehari setelah sebuah gunung merapi meletus dengan hebat setelah status tidak aktif selama beberapa dekade.

Letusan Gunung La Soufriere pada hari Jumat (09/04/2021) memuntahkan debu awan gelap sejauh 10 km (6 mil) melalui udara, mengharuskan proses evakuasi masyarakat sekitar.

Suara gelegar masih berlanjut terdengar dari gunung merapi tersebut, dengan devu yang menyelimuti atap bangunan, mobil dan jalanan di Kingstown, ibu kota Saint Vincent dan Grenadines. Beberapa video dari Saint Vincent menunjukkan seperti gambar hantu.

Salah satu tim Reuters menyaksikan kota Rabaka berjarak sekitar 2 mil dari gunung merapi mengatakan tanah diswlimuti debu dan kerikil dari ledakan sekitar 12 inci (30 cm). Awan debu menutupi sinar matahari sehingga langit tampak gelap kelihatannya seperti langit sore.

Perdana Menteri Ralph Gonsalves berkata bahwa belum diketahui dengan jelas berapa banyak lagi debu yang akan keluar dari erupsi tersebut dan menambahkan sekitar 3,200 orang saat ini sudah di pengungsian.

“Saya hanya meminta supaya semua orang tetap tenang,” Gonsalves menuturkan kepada para wartawan pada saat berkunjung ke tempat pengungsian.

Saint Vincent dan Grenadines berpenduduk lebih 100,000 orang sudah tidak pernah mengalami aktivitas gunung merapi sejak 1979, sebuah erupsi menyebabkan kerugian sekitar 100 juta dolar. Erupsi La Soufrierie pada tahun 1902 menewaskan 1,000 orang.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga Gawat Darurat Nasional Saint Vincent pada pukul 10 pagi menyatakan bahwa uap atau asap dari gunung merapi telah bertambah banyak dalam beberapa jam terakhir dan memperingatkan warga yang tinggal dekat lokasi untuk mempersiapkan diri dalam proses evakuasi singkat.

Sebelumnya melalui akun media sosial Facebook, lembaga Gawat Darurat telah mengumumkan “sulfur akan berbau menyengat melalui udara” dan menegaskan para warga untuk tetap hati-hati.

Para pejabat mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu hasil temuan ilmiah sebelum mengumumkan tindak lanjut yang akan dilakukan. [Yohana RJ]

Sumber : Reuters

Pos terkait