Dewalsus Menhan Prabowo Sebaiknya Jaga Guru di Papua

  • Whatsapp
DPR RI : Waspadai Dibalik Tujuan Kapal-Kapal Perang China Geruduk Indonesia
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta. {Dok MI]

Monitorindonesia.com – Dua guru telah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pekan lalu. Dua korban tewas itu Yonatan Randen dan Oktovianus Rayo.

Sepertinya guru di pedalaman Papua nan jauh di ujung timur Indonesia membutuhkan pengawalan dari aparat. Guru-guru tersebut tidak hanya bekerja untuk sekedar mendapatkan gaji namun juga keberadaan mereka sangat vital dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Bacaan Lainnya

Mereka merenggang nyawa di saat anak-anak membutuhkan keamanaan dalam mengajar. Pahlawan tanpa jasa itupun harus pergi menghadap sang Khalik.

Di saat guru merenggang nyawa dan butuh pengamanan, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di Jakarta membentuk Detasemen Kawal Khusus (Denwalsus) Kementerian Pertahanan. Denwalsus tersebut dibentuk untuk mengawal Menhan Prabowo Subianto dan tamu penting atau bahasa keren-nya VVIP.

Anggota Komisi I (bidang Pertahanan) DPR RI Sukamta mempertanyakan kegentingan yang memaksa pembentukan Denwalsus. Bahkan, Sukamta mengaku miris dengan kondisi guru-guru di Papua yang lebih membutuhkan pengawalan khusus agar generasi bangsa ini bisa mengcap pendidikan dengan aman.

“Sejauh ini saya tidak tahu alasan secara spesifik dibentuk Detasemen Kawal Khusus (Denwalsus) Kemenhan, selain dikatakan ini bagian dari protokoler. Jika ini bagian dari protokoler apakah harus dalam bentuk unit khusus? Apakah ini sesuatu yang mendesak?” kata Sukamta, Senin (12/4/2021).

Ketua DPP PKS itu menilai yang mendesak saat ini justru keamanan nasional. Ia pun menyinggung soal penyerangan KKB di Papua yang menembak mati 2 orang guru.

Menurutnya, lebih baik jika Kemenhan memperhatikan masalah mendesak terkait kondisi keamanan nasional dibanding Denwalsus.
Bahkan, lebih baik Denwalsus mengawal guru yang mengajar di pendalaman Papua.

“Saya kira akan lebih baik didahulukan pembentukan detasemen kawal khusus buat para guru yang bertugas di wilayah pedalaman yang rawan secara keamanan,” ucapnya.

Juru bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sejak awal ada prajurit yang ditugaskan Markas Besar TNI dari tiga matra menjadi grup atau pasukan jajar kehormatan di Kementerian Pertahanan. Tugas pasukan tersebut adalah melakukan upacara jajar kehormatan atau upacara militer penyambutan tamu-tamu VVIP Kementerian Pertahanan.[ben]

 

Pos terkait