Di Pasuruan, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup Dengan Susu

  • Whatsapp
Di Pasuruan, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup Dengan Susu

 

MonitorIndonesia.com – Keberadaan Samsat induk yang cukup jauh dari domisili sebagian Wajib Pajak (WP) menjadi salah satu kendala bagi masyarakat untuk membayar kewajiban pajaknya. Selain jarak tempuh yang cukup lama, juga membutuhkan biaya tambahan bahan bakar serta resiko kecelakaan diperjalanan.

Permasalahan jauhnya domisili ini mendapat perhatian dari Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Pasuruan Nurbaiti Isnaini, SE,. M.Aks. Untuk itu mantan Kepala UPT PPD Jember ini membuat inovasi menjalin kerjasama dengan KUD (Koperasi Unit Desa) Sembada Puspo Pasuruan yang kegiatan sehari harinya pengepul susu perah.

Apa yang menginspirasi Bu Etik, demikian sapaan akrabnya untuk memilih menjalin kerjasama dengan KUD Sembada Puspo adalah selain jaraknya yang cukup jauh dari Samsat induk di Bangil sekitar 37 kilometer juga jumlah anggotanya yang cukup banyak, sekitar 7500 orang. Dengan kehadiran layanan Samsat disana maka anggota KUD dari desa Tutur, Tosari serta desa Puspo tidak usah jauh-jauh ke Samsat induk hanya untuk bayar PKB tahunan dan pengesahan STNK karena sudah bisa dilakukan di KUD.

Cara pembayarannya adalah KUD menggunakan aplikasi Griya bayar BTN yang telah bekerja sama dengan Samsat. Besaran PKB anggota akan dibayar terlebih dahulu oleh KUD, adapun pengembaliannya adalah dipotong saat pembayaran susu sapi perah yang disetorkan oleh anggota. Jadi anggota bayar PKB bukan dengan uang tunai tapi dibayar dengan susu.

Adapun notice yang merupakan tanda bukti pembayaran PKB bisa di print di KUD atau di Samsat, terangnya. (robertgultom)

Pos terkait