Diakui Basarah Kalau Masyarakat Lebih Percaya Medsos Ketimbang Situs Pemerintah

  • Whatsapp
Diakui Basarah Kalau Masyarakat Lebih Percaya Medsos Ketimbang Situs Pemerintah
Wakil Ketua MPR RI dari F-PDIP, Ahmad Basarah.

Monitorindonesia.com – Di tengah era digitalisasi atau 4.0 sekarang ini, suka tidak suka telah merubah pandangan masyarakat terhadap informasi yang disampaikan resmi oleh pemerintah melalui situs-situs atau media onlinenya. Masyarakat lebih cenderung mempercayai jejaring media sosial (medsos) sebagai sumber informasi.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dalam sambutan pembukaan acara Press Ghatering Pimpinan MPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Serang, Banten, Sabtu (27/3/2021).

Lanjut Basarah, dalam era 4.0 yang menguasai hajat hidup orang banyak saat ini sebagaimana hasil survei yang dirllis Survei Katadata Insight Center (KIC), menyebutkan bahwa situs-situs resmi pemerintah kalah kredibilitasnya hari ini dengan medsos. Oleh karena itu, ia mengingatkan, dalam kondisi tersebut menjadi penting bila kemudian kementerian/lembaga negara, termasuk MPR RI untuk terus menggandeng dan bersama-sama dengan insan pers atau media dalam upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Sebab tanpa hubungan baik dengan insan pers, seluruh isi dan roh MPR sebagai Rumah Kebangsaan, tidak mungkin 270 juta jiwa rakyat Indonesia mengerti dengan apa yang dikerjakan MPR RI. Sehingga bagaimana cara mengkonfirmasi setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat, yakni salah satunya melalui dari karya-karya jurnalistik dimana pun berada,” pungkasnya.

Survei Katadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan, masyarakat Indonesia lebih mempercayai informasi yang beredar di media sosial ketimbang situs resmi pemerintah. Platform yang paling dipercaya yakni WhatsApp.

Indeks tersebut berdasarkan hasil survei terhadap 1.670 responden, yang dilakukan selama 18-31 Agustus lalu. Responden merupakan anggota rumah tangga berusia 17-30 tahun dan mengakses internet tiga bulan terakhir. Tingkat toleransi kesalahan (margin of error) 2,45%.

Berdasarkan survei tersebut, 76% responden mencari informasi melalui media sosial, kemudian sebanyak 59,5% televisi dan 25,25 berita online. Televisi merupakan media yang paling dipercaya responden, yakni 49,5%. Disusul oleh media sosial 20,3% dan situs pemerintah hanya 15,3%. “Ini karena data di media sosial dinilai jelas dan lengkap,” kata Direktur Riset KIC Mulya Amri saat konferensi pers virtual terkait hasil survei literasi digital nasional, beberapa waktu lalu. (Ery)

Pos terkait