Didakwa Separatisme, Dua Mantan Pejabat Xinjian, China Dihukum Mati

  • Whatsapp
Didakwa Separatisme, Dua Mantan Pejabat Xinjian, China Dihukum Mati

Xinjiang, Monitorindonesia.com – Dua mantan pejabat pemerintahan di wilayah Barat Laut China, Xinjiang telah dijatuhi hukuman mati dengan dakwaan keterlibatan atas kasus separatisme.

Wang Langtao, wakil kepala pengadilan tinggi Xinjiang menjelaskan kepada para wartawan, Selasa (06/04/2021) bahwa Sattar Sawut dan Shirzat Bawudun telah diberikan penangguhan penahanan selama dua tahun. Hukuman tersebut biasanya dijalankan bagi mereka yang dipenjara seumur hidup.

Bacaan Lainnya

Sattar Sawut, mantan pejabat dinas pendidikan telah didakwa atas tindakannya memasukkan topic kekerasan separatisme etnik, terorisme, ekstrimis agama di dalam buku teks sekolah Bahasa Uighur.

Shirzat Bawudun, mantan kepala departemen kehakiman daerah telah didakwa atas tindakan kolusi dengan anggota gerakan islam Turki Timur (East Turkestan Islamic Movement) yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh PBB sama halnya dengan pelaksanaan kegiatan agama ilegal pada pernikahana putrinya.

Beijing telah meluncurkan kampanye pembersihan keamanan (sweeping security) di Xinjiang yang berujung terhadap penahanan lebih dari satu juta masyarakat minoritas Uighur, Kazakhstan dan kelompok muslim minoritas di Xinjiang. Pemerintah China mengungkapkan bahwa para tahanan diajarkan kerajinan tangan dan deradikalisasi dari para sentiment anti Beijing, sebuah sikap yang sangat disangkal oleh AS mencela sengketa Uighur sebagai tindakan penindasan.

Juru bicara negara mengungkapkan pada hari Selasa (06/04/2021) AS akan menyelenggarakan diskusi mufakat dengan sekutunya tentang kemungkinan tindakan boikot pada Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympics) tahun 2022 di Beijing karena tindakan Cina terhadap masyarakat muslim di Uighur dan kelompok etnis minoritas lainnya di Xinjiang serta kekakuan pergerakan pro-demokrasi di Hong Kong.[Yohana RJ]

Sumber: VOA News

Pos terkait