Diperiksa Kejati Atas Dugaan Korupsi Alat Berat, Kadis SDA Tidak Dinonaktifkan

  • Whatsapp
dki-lansia-dan-anak-anak-dilarang-keluar-rumah
Wagub DKI Jakarta Ariza. [Ist]

Monitorindonesia.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal tIdak dinonaktifkan dari jabatannya meskipun tengah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) atas dugaan korupsi alat berat. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria.

Menurut Riza, keputusan tidak menonaktifkan Yusmada lantaran statusnya masih menjadi saksi. Berbeda dengan Yoory Pinontoan eks Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, KPK sudah menetapkan Yoory sebagai tersangka dalam kasus lahan tanah program DP 0 Rupiah.

“Ya belum, kan statusnya baru diperiksa. Kalau dirut sarana jaya kemarin sudah tersangka,” papar Riza di Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Riza meyakini jika Yusmada tidak terlibat melakukan tindakan korupsi alat berat saat menduduki Kepala Dinas Bina Marga DKI pada 2015 silam. “Dan saya yakin pak yusmada tidak demikian,” ucap dia.

Sebab menurut Ketua DPD DKI Partai Gerindra itu, kasus itu sudah pernah bergulir di Bareskrim Mabes Polri, statusnya sudah dinyatakan gugur dan tidak dilanjutkan. Kata Riza, perkara itu merupakan kasus lama, yang mengherankan saat ini kembali ramai.

Meski demikian Riza menuturkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati untuk melakukan pemeriksaan pada bawahannya itu dan berharap prosesnya dapat segera selesai dengan baik.

“Kami optimis insyaAllah tidak ada masalah yang berarti, pemeriksaan itu biasa. Pengecekan pemeriksaan saya kira pak Yus bisa menghadapi dengan baik,” tutup dia.

Kejati DKI mengeluarkan panggilan Kadis SDA DKI, Yusmada Faizal untuk dimintai keterangan. Surat dengan nomor SP/248/M.1.5/Fd.1/04/2021 itu, meminta Yusmada untuk hadir memberikan keterangan pada Kejaksaan Tinggi pada 21 April 2021 pukul 09.00 WIB di Wisma Mandiri 2 lantai 6, Kebon Sirih, Jakarta Pusat lalu.

Pemanggilan tersebut, untuk meminta keterangan Yusmada mengenai dugaan tindakan pidana korupsi dalam pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan pada UPT Alkal Dinas Bina Marga DKI Tahun Anggaran 2015.

Penyelidikan tersebut diinformasikan berdasarkan temuan BPK Perwakilan Jakarta TA 2016 di Dinas Bina Marga DKI, dimana TA 2015 Dinas Bina Marga UPT Alkal melaksanakan Pengadaan Alat-alat Berat Penunjang Perbaikan Jalan berdasarkan Surat Perjanjian Nomor : 30/077.32 tanggal 25 Juni 2015 senilai R 36.100.000.000,- dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan terhitung mulai 25 Juni s/d 22 Oktober 2015.

Saat periode tersebut, Yusmada diketahui menjabat Kepala Dinas Bina Marga DKI.

Penentuan harga barang/paket, sendiri menggunakan metode e-Purchasing melalui aplikasi e-Katalog yang disediakan LKPP, dengan harga satu paketnya Rp1.700.000.000.

Dalam temuan BPK RI Perwakilan DKI Jakarta, disebutkan antara lain :

1. Berdasarkan dok. Proses penganggaran diketahui bahwa UPT Alkal Dinas Bina Marga menggunakan uraian harga dari PT DMU, juga digunakan dalam proses negoisasi di LKPP untuk dicantumkan dalam e-Katalog. Pdhal PT. DMU belum terdaftar sebagai agen/distributor pada Kementerian Perdagangan.

2. Barang yang diserahkan ke dinas bina marga diindikasikan tidak sesuai dengan barang yang ditawarkan dan ditayangkan dalam e-Katalog berdasarkan hasil Pemeriksaan Dokumen.

3. Kerangka Acuan Kerja Pengadaan Barang unit Perawatan jalan yang dibuat bulan Mei 2015 merinci jenis barang & ketentuan dalam KAK yang antara lain menyebutkan:

a. Penyedia Barang Harus ATPM

b. Penyedia Barang harus Lampirkan Surat Pernyataan dukungan bermaterai dari ATPM

c. Surat Pernyataan Purna Jual dari ATPM

4. Dari permasalahan tersebut mengakibatkan Dinas Bina Marga tidak mendapatkan jaminan Kualitas dan Purna Jual dari Produsen yang terdaftar di e-Katalog.

5. Indikasi Kerugian Daerah senilai Rp.13.432.155.000 Tahun 2015 Kadis Bina Marga Ir. Yusmada Faisal yang saat ini telah dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Kadis Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta. (Zat)

Pos terkait