Diperiksa Penyidik KPK 7,5 Jam, Ihsan Yunus Irit Bicara

  • Whatsapp
Diperiksa Penyidik KPK 7,5 Jam, Ihsan Yunus Irit Bicara
Ihsan Yunus. [ist]

Monitorindonesia.com – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus menjalani pemeriksaan penyidik KPK terkait dana Bansos penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial RI. Ihsan menjalani pemriksaan dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 21:33 WIB atau sekitar 7,5 jam.

Usai pemeriksaan penyidik KPK, mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu irit bicara. Dicecar berbagai pertanyaan oleh awak media, Ihsan enggan menjawab.

Bacaan Lainnya

“Intinya saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Silakan tanyakan ke penyidik saja, ya,” kata Ihsan kepada wartawan usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan KuninganJakarta Selatan, Kamis (25/2/2021), malam.

KPK sendiri belum menjelaskan materi pemeriksaan terhadap Ihsan Yunus. Sebelumnya, Ihsan sempat mengakui bahwa rumahnya yang berada di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pernah digeledah oleh penyidik KPK pada Rabu (24/2/2021). Namun sayang, tim penyidik tak menemukan barang bukti terkait dengan perkara Bansos.

Dalam rekonstruksi perkara yang dilakukan penyidik KPK pada Senin (1/2/2021), ada adegan Ihsan Yunus diperlihatkan hadir dalam pertemuan dengan Syafii Nasution selaku Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA). Tersangka Adi Wahyono yang merupakan pejabat PPK Kemensos juga hadir dalam pertemuan itu.

Nama Ihsan kembali juga muncul saat rekonstruksi pertemuan antara tersangka Harry Van Sidabukke dengan Agustri Yogasmara alias Yogas. Yogas merupakan operator Ihsan Yunus.

Dalam rekonstruksi tersebut Harry dan Yogas bertemu tiga kali. Pada pertemuan di Jalan Salemba, Juni 2020, Harry memberikan uang sebesar Rp1,53 miliar melalui Yogas. Sedangkan dalam pertemuan di Kantor PT Mandala Hamonangan Sude pada November 2020, Harry memberikan dua unit sepeda kepada Ihsan Yunus melalui Yogas.

KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp 300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp 10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.[man]

Pos terkait