Dituding Tidak Profesional, MAKI Adukan Penyidik KPK Ke Dewas

  • Whatsapp
Dituding Tidak Profesional, MAKI Adukan Penyidik KPK Ke Dewas
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.[ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengadu ke Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengaduan menyangkut pemeriksaan perkara bantuan sosial (bansos).

Menurut Boyamin Saiman, hari ini, Kamis (11/2), MAKI kembali membuat pengaduan Ke Dewas KPK. Sebelumnya sudah mengadu soal sedikitnya penggeledahan kasus bansos dan suap ekspor benur. Padahal Dewas telah mengeluarkan puluhan izin penggeledahan.

Bacaan Lainnya

Laporan pengaduan soal dugaan tidak profesionalnya penyidik kasus yang menjerat Juliari Peter Batubara (JPB) saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

Alasannya, karena penyidik tak kunjung melakukan pemanggilan sebagai saksi kepada anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus untuk membuat semakin terang perkara tersebut.

Apalagi, penyidik telah melakukan penggeledahan di rumah orang tua Ihsan Yunus serta memanggil adik Ihsan yang bernama Muhammad Rakyan Ikram dan utusan Ihsan bernama Agustri Yogasmara alias Yogas dan melakukan rekonstruksi dengan memperlihatkan keterlibatan Yogas.

Namun demikian, hingga saat ini belum pernah diberitakan kegiatan pemanggilan dan pemeriksaan Ihsan Yunus sebagai saksi, sehingga patut diduga penyidik tidak profesional dikarenakan tidak melakukan pemanggilan dan pemeriksaan Ihsan Yunus sebagai saksi.

Meskipun begitu, Boyamin juga mengaku melihat adanya pemberitaan surat pemanggilan Ihsan Yunus sebagai saksi. Namun gagal dengan alasan salah alamat pengiriman.

Menurut Boyamin, jika benar salah alamat, maka menunjukkan bahwa penyidik diduga tidak profesional.

“Kami memohon kepada Dewas KPK untuk kiranya memanggil penyidik dan atasan penyidik perkara tersebut untuk memastikan apakah kegiatan penyidikan telah dijalankan dengan profesional sebagaimana mestinya,” ujarnya.

“Jika kemudian terbukti dugaan terjadi ketidakprofesional penyidik, mohon untuk diberikan teguran dan atau sanksi sebagaimana ketentuan yang berlaku,” pungkas Boyamin.(MI)

Pos terkait