Varian Baru Covid-19 Mulai Merebak Di DKI, Lansia Dan Anak-anak Dilarang Keluar Rumah

  • Whatsapp
dki-lansia-dan-anak-anak-dilarang-keluar-rumah
Wagub DKI Jakarta Ariza. [Ist]

Monitorindonesia.com Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di liar rumah, terutama anak-anak dan kelompok lansia. Sebab mereka sangat rentan terpapar Covid-19, terlebih varian baru Covid-19 sudah masuk ke Ibukota.

“Kita minta masyarakat tidak melakukan kegiatan di luar rumahterlebih anak dibawah 9 tahun dan orang tua diatas 60 tahun,” Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2021).

Politikus senior Gerindra ini mengungkapkan, virus varian baru Covid-19 sangat cepat menularkan virus dari orang ke orang. Di negara lain seperti India, Varian baru Covid-19 menjadi penyebab penularan bahkan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi,

“Kita ketahui ada virus varian baru dari Inggris, Afrika Selatan, dan India yang cepat berkali kali lipat sangat berbahaya,” papar Wakil Gubernur DKI itu.

Oleh sebab itu, dia juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik Lebaran Idulfitri 1442. Di tengah Pandemi, tempat terbaik bagi warga adalah tetap berada di rumah.

“Pelaksanaan hari raya dapat dilakukan secara online melalui telepon video (video call atau VC), medsos dan segala macam,” urai Riza.

Politikus senior Gerindra ini kembali mengingatkan, kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya, tempat terbaik bagi warga Jakarta ialah tetap berada di rumah.

“Pelaksanaan hari raya dapat dilakukan secara online melalui telepon video (video call atau VC), medsos dan segala macam,” urai Riza.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Kemenkes) Budi Gunadi Sadikin menuturkan, ada penemuan kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi akibat penularan varian mutasi dari India.Dua kasus tersebut dilaporkan ditemukan di Jakarta.

“Tadi juga sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden (penularan dari India) yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta,” ujar Budi Senin (3/5). (Zat)

Pos terkait