DPR ke Menteri Bahlil: Investasi Itu Bukan Bagaimana Membawa Uang Sebanyak-banyaknya ke Indonesia

  • Whatsapp
DPR ke Menteri Bahlil: Investasi Itu Bukan Bagaimana Membawa Uang Sebanyak-banyaknya ke Indonesia

Monitorindonesia.com – Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus meminta kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia agar mampu memposisikan investasi untuk kegunaan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Pernyataan tersebut dia ungkapkan saat rapat kerja dengan pembahasan program kerja Kementerian Inventasi/BKPM, dan realisasi investasi sampai dengan bulan Mei 2021.

“Saya minta investasi diletakan dalam konteks bagaimana kita membangun manusia Indonesia, bukan bagaimana membawa uang sebanyak-banyaknya ke mari,” ungkap Deddy di ruang rapat Komisi VI, Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, investasi tidak serta-merta menjanjikan modal dan uang bagi pembangunan. Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sudah menjadi modal pembangunan, dengan kekayaan alam yang ada dan pangsa pasar yang begitu luas di Indonesia, seharusnya pemerintah tidak perlu capek-capek mengundang investor, cukup dikelola secara tepat.

“Yang paling penting tahu menempatkan sumber daya alam kita, sumber daya alam kita adalah modal pembangunan, bukan produk yang akan kita jual, hingga suatu saat habis, lalu negara ini tidak tau mau apa lagi yang dijual. Karena sumber daya alam sudah habis dibawa ke luar (negeri),” papar Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dia pun mengungkapkan keresahan, adanya persepsi ‘tanpa investasi negara tidak tumbuh. Seakan-akan investasi adalah mantra ajaib yang akan membantu negara dari kesusahan.’ “Tapi realita dan fakta brutalnya, setiap ada investasi selalu muncul masalah,” ungkap Deddy.

Dia pun mempertanyakan kembali apakah investasi beriringan dengan kemajuan masyarakat setempat. Deddy mengajak khalayak untuk menelaah kembali, Kalimantan yang begitu kaya sumber daya alam, dengan begitu banyak investor, apakah membuat masyaraknya sejahtera secara fundamental. Sambil menggelengkan kepala dia bilang “omong kosong.”

Begitu pun yang terjadi dengan masyarakat Pantura yang sebenarnya mengandung kekayaan gas dan minyak bumi. “Ini harus menjadi pemahaman kita supaya Kementerian Investasi punya ideologi, punya ruh kebangsaan, bukan hanya pada perhitungan berhasil sekian triliun. Indonesia terlalu kaya untuk dicuekin oleh investor. Mohon ini diperhatikan dengan baik supaya investasi menjadi pendorong untuk kemajuan bersama,” papar Deddy. (daf)

Pos terkait