DPR: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dipecat dan Dipidana

  • Whatsapp
DPR: Polisi Terlibat Narkoba Harus Dipecat dan Dipidana
Kompol Dewi saat digelandang Propam. [ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Pimpinan Komisi III DPR Ahmad Sahroni menegaskan, anggota Polri yang terlibat narkoba harus mendapat hukuman lebih berat dibanding masyarakat biasa. Selain dipecat, anggota Polri yang terlibat narkoba harus dipidana.

“Polisi yang terlibat narkoba harus dipecat dan dipidana. Proses hukumnya harus lebih berat dan cepat dibanding masyarakat biasa,” tegas Sahroni dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2/2021).

Politisi Nasdem itu menilai sangat wajar anggota Polri yang terlibat narkoba mendapat hukuman lebih berat ketimbang warga biasa. Sebab, seorang polisi semestinya menjadi pengayom dan pelayan masyarakat, bukan malah terlibat narkoba yang menjadi contoh tidak baik dan mencoreng nama Polri.

“Wajar saja kalau polisi yang pakai narkoba dihukum lebih berat, karena tindakannya itu memalukan institusi,” katanya.

Kapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jabar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi ini ditahan Propam Polda Jabar. Polwan yang akrab disapa Dewi ini ditangkap karena diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Kompol Dewi bersama 11 anggota Polsek Astanaanyar ditangkap anggota Propam Polda Jabar dan Mabes Polri pada Selasa 16 Februari 2021. Saat ini, ke-12 anggota Polri itu tengah diperiksa intensif personel Bid Propram Polda Jabar.

Dari hasil tes urin 12 oknum polisi itu positif mengonsumsi amphetamine atau sabu. Dengan bukti itu, mereka terancam penurunan pangkat dan dipecat dari keanggotaannya sebagai anggota Korps Bhayangkara.

Padahal, Kompol Dewi selama ini dikenal sebagai polwan berprestasi yang memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Perempuan cantik kelahiran Porong, Sidoarjo, Jawa Timur ini mengawali karier di kepolisian sebagai anggota di Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar.[odr]

Pos terkait