DPR: Reaktivasi Jalur Rel Kereta di PSN Segera Direalisasikan

  • Whatsapp
Reaktivasi Jalur Rel Kereta di PSN Segera Direalisasikan
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras

Jakarta Monitor Indonesia.com – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, berharap Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam pembangunan reaktivasi jalur rel kereta api segera terselesaikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Iwan Aras saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke stasiun Kota Serang untuk meninjau program Kementerian Perhubungan di wilayah itu.

“Kita ingin melihat apakah kemudian dengan proses pergantian bantaran kereta api ini, bisa membawa manfaat lebih baik kepada masyarakat dalam konteks pertumbuhan angkutan keretanya,” ucap Iwan Aras dalam keterangannya, Sabtu (6/2/2021).

Ia mengatakan, reaktivasi rel tersebut diharapkan dapat rampung pada September tahun ini. Dalam pengerjaanya, kata dia, memang pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan APBN.

“Apakah kemudian sudah diperlukan atau kita melihat bisa diarahkan ke penambahan rel kereta api ke wilayah lain, tapi kemudian jawaban yang kita terima ada beberapa wilayah tertentu yang tidak dapat dipergunakan kembali. Sehingga dibutuhkan pergantian antara rel kereta dan itu pelaksanaanya akan sekaligus untuk meningkatkan kualitasnya,” tambahnya.

Menurutnya, perlunya gerbong khusus barang, karena Kota Serang dan sekitarnya masih banyak pedagang  menggunakan kereta api. Ia mengaku paham bahwa di kota-kota seperti Serang dan sekitarnya itu banyak pedagang-pedagang seperti sayur mayur dan lainnya menggunakan fasilitas kereta api.

Ia menekankan, hal tersebut perlu dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan kepada para pedagang, dengan memberikan fasilitas gerbong khusus tersebut.

“Kita bukan melihat dari segi ekonomisnya tetapi bagamana caranya masyarakat dapat terlanyani dengan baik,” tuturnya.

Ia juga meminta, pihak PT KAI dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar permasalahan penggunaan bantaran rel yang digunakan oleh masyarakat dapat segera diperbaiki, sehingga pembangunan di daerah dapat segera terealisasi.

“Jadi mungkin pendekatan secara persuasif kita harapkan dari pemerintah Kabupaten Kota, terutama sebagai ujung tombak. Dan kalau masalah itu sebetulnya sudah masalah klasik yang sering terjadi,” tuturnya.(MI/bng)

Pos terkait