Dugaan Korupsi BPJS, Kejagung Panggil Tiga Saksi

  • Whatsapp
Dugaan Korupsi BPJS, Kejagung Panggil Tiga Saksi
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Simanjuntak.[ist]

Monitorindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Saksi yang diperiksa berjumlah tiga orang.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebutkan, satu saksi selaku Asisten Deputi Analisa Pasar Modal BPJS Ketenagakerjaan bernama Eularia Handayani. Kemudian dua saksi dari pihak swasta, yakni Dealer Panin Sekuritas atas nama Tyas, dan Fund Manager Bahana TCW atas nama Doni Firdaus.

“Pemeriksaan para saksi dilakukan dalam rangka mencari fakta hukum dan alat bukti atas tindak pidana pada BPJS Ketenagakerjaan,” kata Leonard,  Selasa (16/3/2021).

Sampai saat ini, perkara dugaan tindak pidana korupsi pada BPJS Ketenagakerjaan belum sampai pada penetapan tersangka. Hasil penghitungan kerugian negara pun masih dikalkulasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Masih dalam tahap penyelidikan,” tutur Leonard.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejagung menaikkan status penyidikan untuk kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Penyidik pada Senin (18/1/2021) juga telah melakukan penggeledahan di kantor BPJS Naker dan menyita sejumlah dokumen.

Dalam proses penyidikan, ditemukan adanya kerugian senilai Rp20 triliun dalam pengelolaan dana nasabah. Investasi yang diduga terindikasi merugi tersebut adalah reksa dana dan saham. (Fanss)

Pos terkait