Dunia Usaha Dukung DKI Tak Berlakukan Lock Down Akhir Pekan

  • Whatsapp
Dunia Usaha Dukung DKI Tak Berlakukan Lock Down Akhir Pekan
Sarman Simanjorang

Jakarta Monitor Indonesia.com -Pelaku usaha mengapresiasi gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengikuti jejak Gubernur Jawa Tengah yang menerapkan Gerakan Dirumah Aja pada Sabtu-Minggu atau lockdown setiap akhir pekan. Ini suatu keputusan yang sangat bijak mengingat keberadaan Jakarta sebagai kota jasa dimana ekonomi Jakarta digerakkan berbagai usaha sektor jasa yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi.

Wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha khawatir dan galau,mengingat penerapan PSBB yang diperketat saja pelaku usaha sudah membuat omzet sudah turun tajam. Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi.

Dengan adanya pengumuman langsung dari Gubernur DKI Jakarta pada hari Jum,at 6 Januari 2021 yang memastikan tidak akan menerapkan lockdown pada akhir pekan di Ibu Kota untuk menekan penularan Covid-19 membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan.

“Pak Gubernur memberikan sedikit nafas bertahan bagi pengusaha mall atay pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel, restoran, café, mini market, warung, transportasi, pengelola gedung pertemuan, dan lainnya yang menggerakkan ekonomi Jakarta ditengah pandemic Covid -19. Pak Gubernur dapat merasakan psikologi pengusaha saat ini yang sudah sangat diunjung tanduk karena sudah mendekati setahun aktivitas usaha dan bisnis stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan. Setidaknya ada sedikit harapan meraup omzet di akhir pekan ditengah pembatasan jam opersional yang ada untuk menyambung nafas usaha untuk mampu bertahan sambil menuggu badai covid 19 berlalu,” ujar Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada monitorindonesia.com, Minggu (7/02/2021).

Menurut Sarman, banyak pelaku usaha yang berinovasi yang tadinya dibisnis travel atau pedagang fashion membuka usaha kuliner atau menjual makanan dan minum dan omzet mereka lumayan meningkat setiap akhir pekan. Dia tak bisa membayangkan jika lockdwn diberlakukan akhir pekan.

Kata Sarman, selama ini pertumbuhan ekonomi Jakarta selalu diatas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional. Namun sebagai dampak Covid 19 ekonomi Jakarta terjun bebas dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi.

Bahkan pada kuartal II-2020 minus 8,22% dan kuartal III-2020 menguat minus 3,82%. Untuk kuartal IV-2020 yang baru saja dipublis BPS DKI Jakarta menguat minus 2,14%,dengan demikian secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jakarta selama Januari-Desember 2020 minus 2,36% sedikit diatas pertumbuhan PDB Nasional minus 2,07%.

“Sebagai kota jasa ekonomi Jakarta sangat tergantung terhadap pergerakan manusia,semakin banyak manusia bergerak bebas di Jakarta maka peluang terjadinya transaksi ekonomi semakin besar, sebaliknya jika pergerakan manusia dibatasi maka ekonomi Jakarta akan stagnan,” katanya.[MI/man)

 

Pos terkait