Ehm, Elektabilitas AHY Makin Moncer

  • Whatsapp
Ehm, Elektabilitas AHY Makin Moncer
SBY dan anaknya AHY .[ist]

Monitorindonesia.com – Kisruh di Partai Demokrat ternyata membawa berkah besar bagi Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Temuan survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan adanya kenaikan secara mengejutkan elektabilitas AHY dalam pertarungan menuju Pilpres 2024.

Sebelumnya, kenaikan elektabilitas AHY tersebut sudah diprediksi ilmuwan politik terkemuka Indonesia Prof. Salim Said. Salim Said menilai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara hanya permainan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menaikkan elektabilitas partai dan menarik simpati dari masyarakat.

“Jadi kita ini dizalimi,” ujar ilmuwan politik Prof. Salim Said di kanal YouTube Karni Ilyas Club yang dikutip Jumat, (12/03/21) lalu.

Salim Said juga menegaskan bahwa SBY diduga tengah mengulang momentum pada waktu menjelang Pemilu 2004 saat SBY akan jadi presiden, di mana Taufiq Kiemas pernah menyebut SBY sebagai ‘anak kecil’. Momen tersebut dinilainya sebagai salah satu tonggak yang dimaksimalkan SBY untuk memenangi pemilu waktu itu.

“Ada dicerca oleh Taufik Kiemas, disebut cengeng, anak kecil sehingga orang mengatakan bahwa pak SBY itu atau pengikutnya mendramatisir tingkah laku politiknya Taufik Kiemas untuk popularitas beliau,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan kisruh KLB Partai Demokrat ini, muncul lagi dugaan semacam itu, yakni dugaan bahwa KLB tersebut adalah permainan SBY.

“Jadi sekarang ini muncul lagi tuduhan itu, bahwa permainan ini sekarang adalah usaha untuk menarik simpati dengan mengatakan lihat tuh Moeldoko penguasa di sekitar presiden menganiaya Partai Demokrat, ada dugaan seperti itu,” tuturnya.

Kembali ke hasil survei CPCS, saat ini capres posisi paling atas tetap diduduki Prabowo Subianto, dibayangi oleh Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo yang bersaing ketat. Jika sebelumnya stabil di papan bawah, AHY menyodok ke urutan keempat, disusul oleh Menteri BUMN Erick Thohir di posisi kelima. Sementara itu Sandiaga Uno dan Anies Baswedan dan terus meluncur ke bawah.

“AHY secara mengejutkan naik elektabilitasnya sebagai calon presiden (capres) dari kisaran di bawah 2 persen menjadi 6,3 persen, mengejar Prabowo yang masih teratas serta RK dan Ganjar,” ungkap Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta S.K. dalam keterangan resminya, Senin (25/3/2021).

Menurut Okta, lonjakan elektabilitas AHY tidak bisa dilepaskan dari upaya sejumlah kalangan yang melibatkan pihak Istana untuk melengserkan kepemimpinannya. Demokrat yang notabene partai oposisi menjadi incaran untuk dijinakkan dan ditarik masuk ke dalam koalisi pemerintahan yang sudah sangat gemuk.

KLB yang terkesan sangat dipaksakan dan memilih Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko sebagai ketua umum yang bukan kader Demokrat mengundang simpati dari masyarakat. “Figur AHY yang terzalimi mengingatkan saat ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) naik ke panggung kekuasaan pada 2004 silam,” lanjut Okta.[man]

 

Pos terkait