BREAKINGNEWS

Banggar DPR Pengen Daya Listrik 450 VA Dihapus, MenESDM Malah Kaget! Sungguh Aneh Tapi Nyata!

Banggar DPR Pengen Daya Listrik 450 VA Dihapus, MenESDM Malah Kaget! Sungguh Aneh Tapi Nyata!
Banggar DPR Pengen Daya Listrik 450 VA Dihapus, MenESDM Malah Kaget! Sungguh Aneh Tapi Nyata!
Jakarta, MI - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengklaim bahwa pihaknya dan pemerintah sepakat untuk menghapus penggunaan daya listrik 450 Volt Amphere dan akan dialihkan ke daya listrik 900 VA. Kata Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah daya listrik 450 VA itu akan dihapus secara bertahap. “Secara bertahap terhadap keluarga kemiskinan parah dengan 450 VA, tentu tidak bisa kita lakukan dengan serta merta ke 900 VA. Terhadap keluarga miskin yang masih memakai 450 VA kita terus upayakan bermigrasi ke 900 VA secara pelan-pelan pula sejalan dengan peningkatan kebutuhan elektrifikasi mereka," tutur Said, Selasa (13/9). Namun demikian, pihak Kementerian ESDM, menyatakan bahwa sepemahamannya, penghapusan penggunaan daya 450 VA dan dialihkan menjadi 900 VA itu bukan kesepakatan. Bahkan, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku kaget dengan wacana penghapusan daya listrik 450 VA. “Kaget juga waktu minggu lalu itu siapa tuh yang nanya, kaget juga kita, ada statement kayak gitu nggak tahu sumbernya dari mana itu,” ungkap Arifin Tasrif, Jumat, (16/9) kemarin. Menanggapi hal ini, mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu menilai wakil rakyat sekarang tidak berpihak lagi kepada masyarakat yang kerap membuat kebijakan bersama pemerintah makin aneh. "Makin Aneh. Pemerintah (KemESDM) menyatakan tidak ada penghapusan daya listrik 450 VA tapi DPR lewat Banggar yang dipimpin oleh PDIP mengusulkan penghapusan. DPR kok justru tidak memihak ke rakyat," kata Said Didu melalui cuitannya di Twitter dikutip Monitor Indonesia, Sabtu (17/9). Sebagaimana diketahui, wacana daya listrik 450 VA dihapus bermula melalui usulan Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah. Ia menjelaskan bahwa permasalahan listrik saat ini bukanlah soal subsidi atau salah sasaran, tetapi kelebihan suplai atau oversupply listrik yang justru memberatkan keuangan negara. Oleh karena itu, guna menyelaraskan antara suplai listrik dan permintaan listrik, Said menyarankan untuk adanya penghapusan dan peningkatan golongan listrik. Said mengusulkan pada pemerintah untuk menaikkan daya listrik orang-orang miskin dari 450 VA menjadi 900 VA. [Wan]

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru