Sandiaga Uno Ungkap Penyebab Tiket Pesawat Mahal

Reina Laura
Reina Laura
Diperbarui 19 Juni 2024 22:49 WIB
Ilustrasi [Foto: MI/Plo]
Ilustrasi [Foto: MI/Plo]

Jakarta, MI - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan, segera menindaklanjuti harga tiket pesawat mahal, salah satunya melalui komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, untuk menambah jumlah maskapai penerbangan.

“Keluhan ini (tiket pesawat mahal) sangat kami dengar dan terus kami upayakan agar ada tindak lanjut segera,” kata Sandiaga Uno di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Sandiaga mengungkapkan, bahwa sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, untuk melakukan penambahan maskapai. Penambahan tersebut, kata Sandiaga, akan dilakukan pada pertengahan 2024.

Ia mengatakan, sebagian maskapai yang sudah ditambahkan adalah untuk rute penerbangan Indonesia bagian timur, yakni dari Bali-Manado, Manado-Sorong, Manado-Ambon oleh TransNusa, dan sudah mulai beroperasi sejak April 2024.

“Jumlah penerbangan secara keseluruhan belum ditambah,” kata Sandiaga.

Ia mencontohkan penerbangan ke Bali. Walaupun jumlah wisatawan domestik yang berminat untuk berkunjung ke Bali meningkat sekitar sepuluh persen, jumlah penerbangan menuju Bali justru menurun sekitar 20 persen.

“Berarti, load factor-nya (keterisiannya) meningkat,” ucap Sandiaga.

Mahalnya harga tiket pesawat, lanjut Sandiaga, belum menunjukkan penurunan minat orang untuk berwisata.

Sebelumnya, Sandiaga Uno memperkirakan harga tiket pesawat segera turun menyusul langkah maskapai penerbangan, dalam menambah jumlah pesawat. Sandiaga memprediksi harga tiket pesawat, akan turun di paruh kedua tahun ini.