Legislator Minta PTPN Lakukan Inovasi Produk untuk Hindari Trend Penurunan Laba

Dhanis Iswara
Dhanis Iswara
Diperbarui 25 Juni 2024 12:06 WIB
Komisi VI DPR RI gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan BUMN Industri Perkebunan dan Kehutanan/ PTPN III dan Perum Perhutani (Foto: MI/Dhanis)
Komisi VI DPR RI gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan BUMN Industri Perkebunan dan Kehutanan/ PTPN III dan Perum Perhutani (Foto: MI/Dhanis)

Jakarta, MI - Komisi VI DPR RI gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan BUMN Industri Perkebunan dan Kehutanan/ PTPN III dan Perum Perhutani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2024). 

Adapun agenda RDP tersebut untuk mengevaluasi kinerja korporasi tahun 2023 dan pembahasan isu-isu lainnya. 

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, mengingatkan PTPN untuk mewaspadai trend penurunan penghasilan ebitda maupun net income. 

"Satu hal yang harus diwaspadai ini bahwa kalau melihat dari penghasilan ebitda maupun net income, kita akan melihat bahwa ada trend penurunan di 2023," katanya di ruang rapat Komisi VI. 

Sebab kata Herman, trend penurunan itu datang dari harga komoditas internasional yang tak bisa dicegah begitu saja. 

"Sehingga bisnis di sektor perkebunan dan perkebunan ini sangat tergantung terhadap harga komoditas internasional. Khawatirnya bahwa ke depan harga semakin turun, semakin kompetitif," ucapnya. 

Untuk itu, ia meminta PTPN agar dapat melakukan inovasi produk sehingga mampu menjaga dari trend penurunan tersebut. 

"Kalau ini terjadi maka laporan keuangan tahun 2004 nanti itu akan trennya menurun, oleh karena itu memang harus dilakukan inovasi," ujarnya.