BREAKINGNEWS

Telkom Genjot Transformasi “Telkom 30”, Bidik Kinerja dan Valuasi Lebih Tinggi hingga 2030

Telkom Genjot Transformasi “Telkom 30”, Bidik Kinerja dan Valuasi Lebih Tinggi hingga 2030
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadikan tahun 2025 sebagai titik awal penting dalam perjalanan transformasi bisnis jangka panjang. Perseroan resmi meluncurkan agenda strategis bertajuk Telkom 30, yang akan dijalankan hingga 2030.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut 2025 sebagai momentum lahirnya fase transformasi baru perusahaan. Program ini dirancang untuk mendorong kinerja yang lebih agresif sekaligus meningkatkan nilai perusahaan di mata investor.

“Di tahun 2025, kami mencanangkan transformasi baru yang kami sebut Telkom 30. Ini adalah perjalanan transformasi dari 2025 hingga 2030,” ujar Dian, Selasa (20/1/2026).

Transformasi Telkom 30 dibangun di atas empat pilar utama. Pilar pertama adalah operational excellence, yang menitikberatkan pada penguatan fundamental bisnis, mulai dari tata kelola, alokasi modal, hingga budaya organisasi.

Pilar kedua adalah streamlining, yakni penyederhanaan struktur grup usaha. Saat ini Telkom memiliki lebih dari 60 anak perusahaan, dan langkah efisiensi dilakukan agar organisasi menjadi lebih ramping dan fokus.

Pilar ketiga adalah perubahan peran holding dari yang sebelumnya bersifat operasional menjadi lebih strategis. Sementara itu, pilar keempat adalah unlock value, yaitu upaya membuka potensi nilai aset yang selama ini belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi perusahaan.

“Banyak aset yang selama ini belum di-value oleh investor. Itu yang kami dorong untuk di-unlock,” jelas Dian.

Sejalan dengan transformasi tersebut, Telkom juga membenahi bisnis inti, khususnya segmen business to consumer (B2C) yang menjadi kontributor terbesar pendapatan melalui Telkomsel. Fokus utama diarahkan pada pemulihan dan peningkatan average revenue per user (ARPU) yang sebelumnya tertekan akibat persaingan harga.

Berbagai inisiatif sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil. Meski secara tahunan belum sepenuhnya mencerminkan lonjakan signifikan, tren kinerja per kuartal menunjukkan perbaikan.

“Secara year-on-year mungkin belum menggembirakan, tapi pergerakan quarter to quarter sudah positif,” ungkapnya.

Hingga kuartal III/2025, Telkom mencatat pendapatan lebih dari Rp109 triliun, dengan EBITDA margin tetap terjaga di kisaran 49–50%. Menurut Dian, capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa fondasi transformasi telah berada di jalur yang tepat.

“Dengan setting transformasi baru, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” tutupnya.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru