BREAKINGNEWS

Telkom Akses Luncurkan LENSA Invoice Material, Proses Tagihan Mitra Dipangkas Lewat Otomasi Digital

Telkom Akses Luncurkan LENSA Invoice Material, Proses Tagihan Mitra Dipangkas Lewat Otomasi Digital
Digitalisasi proses penagihan proyek dorong efisiensi operasional dan percepat arus kas mitra secara terstandarisasi dan akuntabel (Foto: Dok MI/Telkom)

Jakarta, MI - PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, resmi meluncurkan LENSA Invoice Material, sistem digital berbasis Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses administrasi penagihan mitra material proyek secara end-to-end.

Implementasi ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat tata kelola bisnis berbasis teknologi. 

LENSA Invoice Material—singkatan dari Intelligent Vendor Input Document & Disbursement—mengintegrasikan seluruh proses penagihan yang sebelumnya manual menjadi digital, paperless, otomatis, dan akurat.

Sistem ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Akses, Hery Sofiaji, menegaskan bahwa pengembangan platform ini tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan.

“LENSA Invoice Material kami rancang sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan akurasi dalam proses penagihan mitra. Melalui digitalisasi berbasis RPA dan OCR, kami memastikan proses berjalan lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan prinsip compliance,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Sebelum sistem ini diterapkan, proses administrasi proyek masih mengandalkan dokumen fisik, tanda tangan basah, serta alur verifikasi berlapis dari area hingga kantor pusat.

Kondisi tersebut kerap memicu inefisiensi, peningkatan biaya operasional, hingga keluhan mitra terkait lamanya proses pembayaran. Kini, melalui LENSA Invoice Material, seluruh tahapan—mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran—berjalan melalui automasi digital, dengan RPA menjalankan proses tanpa intervensi fisik dan OCR membaca serta memvalidasi dokumen secara otomatis. 

Implementasi sistem ini menghasilkan dampak nyata. Efisiensi biaya operasional dari penghematan cetak dan distribusi dokumen diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Selain itu, waktu sirkulasi penandatanganan dokumen dipercepat hingga 3x24 jam berkat tanda tangan digital dan e-meterai.

Produktivitas SDM juga meningkat karena pekerjaan administratif berkurang, sementara proses pembayaran yang lebih cepat membantu memperbaiki arus kas mitra serta meningkatkan Index Partnership Satisfaction. 

Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menilai LENSA Invoice Material sebagai instrumen penting untuk mempercepat siklus bisnis dan memperkuat kemitraan.

“Dari perspektif bisnis dan strategi, LENSA Invoice Material kami dorong sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional di fungsi procurement dan vendor management. Dengan proses penagihan yang terstandardisasi, terotomasi, dan transparan, kami dapat mempercepat siklus bisnis sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih sehat, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Setelah melalui tahap piloting sejak Januari 2025 dan evaluasi selama satu tahun, LENSA Invoice Material kini diterapkan secara nasional kepada 102 mitra material mulai minggu kedua Januari 2026.

Implementasi ini melibatkan kolaborasi lintas fungsi strategis—IT, Procurement, Inventory, dan Finance—serta dukungan penuh jajaran pimpinan TelkomGroup sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital perusahaan.

Melalui LENSA Invoice Material, Telkom Akses tidak hanya menghadirkan solusi digital untuk proses internal, tetapi juga mempertegas komitmen dalam membangun tata kelola yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.

Ke depan, perusahaan akan terus mengembangkan kapabilitas automasi cerdas untuk menciptakan nilai tambah bagi TelkomGroup, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru