Tertekan Perang AS-Iran, IHSG akan Bergerak di 8.000-8.100

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak hati-hati pada pekan ini seiring meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berada pada rentang resistance 8.300, pivot 8.200, dan support 8.100.
Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas menjelaskan pelemahan pasar global dipicu oleh turunnya indeks saham Wall Street pada perdagangan Jumat (27/2/2026).
Tekanan datang setelah rilis data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga memicu kekhawatiran inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. Sentimen negatif juga diperkuat oleh kekhawatiran terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan kredit swasta.
Sejumlah data ekonomi AS yang dinanti pekan ini antara lain ISM Manufacturing, ISM Non-Manufacturing, ADP Employment Change, Nonfarm Payrolls, tingkat pengangguran, serta retail sales. Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi arah pasar global, termasuk IHSG.
Dari sisi geopolitik, risiko meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara dan laut ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Eskalasi ini mendorong kekhawatiran meluasnya konflik, yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan membuat investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Kematian pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah tokoh militer penting menambah kecemasan pasar terhadap kemungkinan perang terbuka yang lebih luas, termasuk potensi serangan balasan Iran ke pangkalan militer Israel dan AS di kawasan Timur Tengah.
Phintraco Sekuritas menilai sentimen perang AS–Iran akan menjadi faktor negatif bagi IHSG pekan ini, terutama karena tingginya ketidakpastian global yang sangat bergantung pada durasi dan skala konflik. Meski demikian, sektor energi dan emas diperkirakan berpeluang diuntungkan seiring kenaikan harga komoditas.
"Secara teknikal, IHSG berisiko menguji area 7.800–8.000 jika menembus level support 8.100. Namun peluang rebound tetap terbuka apabila tekanan global mereda dan sentimen domestik tetap solid," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Dari dalam negeri, pasar menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi, seperti S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, inflasi Februari 2026, serta posisi cadangan devisa Februari.
Selain itu, penurunan tarif impor dalam kesepakatan dagang dengan AS dari 19% menjadi 15% dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi sektor berbasis ekspor.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham HRUM, NCKL, SMDR, AMMN, ERAA, dan MAIN.
Topik:
