IHSG Anjlok 2,65% ke 8.016, Tertekan Eskalasi Konflik AS-Iran

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal keluar dari zona merah hingga penutupan perdagangan Senin (2/3/2026). Mengacu pada data perdagangan, IHSG merosot 218,65 poin atau 2,65% dan ditutup di level 8.016,83, tertekan sentimen geopolitik akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Iran.
Tekanan jual mendominasi pasar. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 671 saham melemah, 108 saham menguat, dan 41 saham stagnan.
Ada sebanyak 10 sektor berakhir di zona merah, dengan penurunan terdalam terjadi pada sector barang konsumen non-primer sebesar -7,60%, sektor industry -5,95%, sektor properti -4,14%, sektor infrastruktur -4,13%, sektor teknologi -3,77%, sektor barang konsumen primer -3,58%, sektor transportasi -2,74%, sektor keuangan -2,67%, sektor kesehatan -2,16%, dan sektor bahan baku -0,87%.
Di tengah pelemahan luas tersebut, sektor energi menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,54%.
Hingga penutupan, volume transaksi tercatat 56,56 miliar saham dengan frekuensi 3.650.146 kali, sementara nilai transaksi mencapai Rp29,79 triliun.
Pada jajaran top losers, saham Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) terkoreksi 15% ke Rp204, disusul Pollux Hotels Group Tbk (POLI) turun 15% ke Rp1.275, dan Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melemah 15% ke Rp187.
Sementara itu, top gainers diisi oleh Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang melesat 34,69% ke Rp264, Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 25% ke Rp2.200, serta Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) menguat 25% ke Rp310.
Adapun saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi adalah Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp1,79 triliun, diikuti Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp1,66 triliun, dan Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp1,34 triliun.
Topik:
