BREAKINGNEWS

OJK Beberkan Hasil Diskusi dengan MSCI

Anggota Dewan Komisioner OJK pengawas aset kripto Hasan Fawzi
Penjabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap hasil pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Februari 2026.

Penjabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan ada empat isu utama yang menjadi fokus pembenahan bursa saham Indonesia.

Pertama, soal transparansi pemilik saham perusahaan terbuka dengan kepemilikan sampai 1%. OJK mengkonfirmasi data tersebut akan mulai dipublikasikan berdasarkan posisi akhir Februari dan efektif dilakukan mulai bulan ini.

“Akan dipublikasikan mulai data per akhir Februari dan akan dilakukan mulai bulan Maret 2026 ini” ujar Hasan Fawzi dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Kedua, BEI bersama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan anggota bursa dan bank kustodian bakal mempercepat pengisian granularity atau detail klasifikasi investor.

Hingga 27 Februari 2026, realisasi rencana tersebut telah mencapai 94%. OJK pun optimistis target perbaikan pengisian klasifikasi investasi itu rampung pada Maret 2026.

“Tentu ini menjadikan kami optimis agar pengisian itu dapat diselesaikan sesuai timeline yang kita janjikan yaitu sampai dengan Maret 2026 ini,” kata dia.

Ketiga, proses permintaan pendapat publik atas draf Peraturan I-A yang memuat peningkatan minimum free float oleh BEI telah rampung.

Saat ini, draf aturan tersebut memasuki tahap persetujuan internal di BEI sebelum diajukan ke OJK untuk mendapatkan persetujuan sebagai regulator.

OJK menargetkan aturan baru tersebut dapat dirampungkan sekaligus mulai diberlakukan pada Maret 2026.

“Target penyelesaian dan pemberlakuan di Maret 2026 ini kita harapkan dapat tetap kita lakukan.”

Kemudian yang keempat, sejak awal Februari 2026, OJK bersama BEI dan KSEI melakukan penilaian terkait potensi implementasi pengumuman high shareholding concentration atau konsentrasi pemegang saham.

“Saat ini tengah melakukan finalisasi atas assessment dan uji coba serta kajian dimaksud dengan rencana implementasi kita lakukan mulai bulan Maret 2026 ini,” tutur Hasan.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru