BREAKINGNEWS

IHSG Berpotensi Uji Level 7.700, Tekanan Global dan Sinyal Teknikal Masih Negatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Ilustrasi papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (4/3/2026), dan berpotensi melemah hingga menguji level 7.700. 

Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG berada pada area resistance 8.100, pivot 8.000, dan support di kisaran 7.800.

Pada perdagangan Selasa (3/3/2026), IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,77. Meski sempat menguat di awal sesi, indeks berbalik arah dan kembali melemah hingga menembus level psikologis 8.000.

Phintraco Sekuritas menilai pelemahan tersebut dipicu sentimen global, khususnya kekhawatiran bahwa konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Sentimen ini menekan pasar saham regional, termasuk Indonesia.

Tekanan juga datang dari sektor energi dan pertambangan. Koreksi sejumlah saham di sektor tersebut dipicu oleh penetapan target produksi bijih nikel 2026 oleh Kementerian ESDM sebesar 209,08 juta ton, lebih rendah dibandingkan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang berada di kisaran 260–270 juta ton.

Di sisi lain, rencana penutupan Selat Hormuz oleh Iran menambah kekhawatiran pasar. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak terpenting di dunia, dengan sekitar 13 juta barel per hari atau sekitar 31% dari total pengiriman minyak mentah global melalui laut pada 2025.

"Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah, memicu inflasi global, dan memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral," tulis riset dari Phintraco Sekuritas.

Dari sisi teknikal, IHSG tercatat telah menembus ke bawah level psikologis 8.000 sekaligus bergerak di bawah MA200. Indikator MACD membentuk histogram negatif, sementara Stochastic RSI mengarah turun di area pivot, yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan.

“Jika support di level 7.860 ditembus, IHSG berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 7.700-7.800,” jelas Phintraco Sekuritas.

Meski demikian, di tengah tekanan pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai berpeluang mencatatkan penguatan jangka pendek, yakni JPFA, ISAT, HUMI, SIDO, dan TAPG.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Berpotensi Uji Level 7.700, Tekanan Global dan Sinyal Teknikal Masih Negatif | Monitor Indonesia