Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan pelemahan ke kisaran 7.350–7.400 pada perdagangan Kamis (5/3/2026). Proyeksi ini muncul setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 4,57% ke level 7.577.
Tekanan terhadap IHSG terutama dipicu sentimen global, menyusul meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah yang mendorong investor menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.
Menurut riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal indikator pasar menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Histogram negatif MACD melebar, sementara Stochastic RSI bergerak turun mendekati area oversold. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat menyentuh level 7.486, mendekati titik terendah akhir Januari 2026 di 7.481.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas area 7.481, ada peluang terbentuk pola double bottom. Namun jika tekanan berlanjut, indeks berpotensi menguji support berikutnya di rentang 7.350–7.400,” tulis Phintraco Sekuritas.
Sentimen negatif juga diperkuat oleh keputusan Fitch Ratings yang merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kredit di level BBB.
Fitch menilai meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran terhadap konsistensi pengambilan keputusan dapat memengaruhi kepercayaan investor. Sejalan dengan itu, rupiah ditutup melemah di level Rp16.892 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
Dari sisi komoditas, kekhawatiran dampak perang berkepanjangan terhadap inflasi masih membayangi pasar. Harga komoditas energi terus menguat, memicu risiko kenaikan inflasi global.
Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi harga minyak mentah, dengan alasan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah serta penurunan persediaan akibat penutupan Selat Hormuz.
Sementara itu, harga emas kembali menguat di pasar Asia setelah sebelumnya tertekan oleh penguatan dolar AS. Investor kembali mempertimbangkan emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya konflik AS–Iran dan volatilitas pasar keuangan global.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpeluang menarik, yaitu CLEO, DAAZ, DATA, BFIN, dan ULTJ.

