BREAKINGNEWS

Harga CPO Melesat 8 Persen Pekan Ini

Kelapa Sawit
Kelapa Sawit (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus menguat hingga akhir pekan. Pada perdagangan Jumat (6/3/2026), harga CPO naik untuk hari kedua berturut-turut sekaligus mencatat kenaikan mingguan.

Penguatan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak nabati di bursa Dalian serta pelemahan ringgit yang turut menopang sentimen pasar.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak CPO acuan untuk pengiriman Mei ditutup melonjak 3,80 persen ke level 4.365 ringgit Malaysia per ton.

Secara mingguan, harga CPO juga menunjukkan kinerja impresif. Sepanjang pekan ini, komoditas tersebut telah menguat hingga 8,04 persen. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak pekan yang berakhir pada 29 November 2024.

Analis dari PhillipCapital mencatat, dikutip Dow Jones Newswires, bahwa harga CPO menguat di perdagangan Asia, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran terhadap pasokan di Timur Tengah.

Ketegangan akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran terus memengaruhi pasokan minyak, sehingga menekan harga ke level lebih tinggi.

Kenaikan harga energi juga berpotensi mendukung harga minyak sawit mentah, karena pasar minyak yang kuat meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai alternatif bahan bakar nabati.

Di bursa lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,69 persen, sementara kontrak minyak sawit melonjak 1,8 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,99 persen.

Harga minyak sawit cenderung bergerak seiring dengan pergerakan minyak nabati pesaing, karena keduanya bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Mengutip Reuters, ringgit Malaysia, mata uang yang perdagangan kontrak CPO melemah 0,18 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat minyak sawit lebih murah bagi pemegang mata uang asing.

Namun, pelemahan ekspor membatasi laju kenaikan harga. Survei kargo mencatat pengiriman pada Februari turun sekitar 21,5-22,5 persen dibanding Januari, meskipun ada pembelian menjelang Idulfitri.

Selain itu, pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data penting dari China pekan depan, termasuk inflasi konsumen (CPI), inflasi produsen (PPI), serta data perdagangan dari negara pembeli utama tersebut.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Harga CPO Melesat 8 Persen Pekan Ini | Monitor Indonesia