Laba Bersih ADRO Anjlok 67% Jadi USD447,69 Juta pada 2025

Jakarta, MI - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penurunan kinerja keuangan yang cukup tajam sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar USD447,69 juta, turun 67,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD1,38 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (8/3/2026), penurunan laba ini juga berdampak pada laba per saham dasar dan dilusian, yang turun menjadi USD0,01526, dari sebelumnya USD0,01855.
Melemahnya laba tersebut terjadi seiring dengan turunnya pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, ADRO mencatat pendapatan usaha sebesar USD1,87 miliar, turun 9,86 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai USD2,07 miliar.
Pendapatan perusahaan berasal dari beberapa lini bisnis utama. Segmen jasa pertambangan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar USD1 miliar, diikuti segmen pertambangan sebesar USD968,8 juta, serta pendapatan lainnya sebesar USD60,52 juta. Namun total tersebut masih dikurangi eliminasi antar segmen sebesar USD162,12 juta.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat USD1,23 miliar, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD1,2 miliar. Kenaikan biaya ini menyebabkan laba kotor turun menjadi USD636,63 juta, dari sebelumnya USD873,99 juta.
Sementara itu, perusahaan berhasil menekan beban usaha menjadi USD107,14 juta, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD140,35 juta. Beban lain-lain juga turun menjadi USD11,91 juta dari sebelumnya USD22,24 juta.
Meski beberapa biaya berhasil ditekan, laba usaha tetap mengalami penurunan menjadi USD517,57 juta, dari USD711,4 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi USD6,81 miliar pada akhir 2025, dibandingkan USD6,7 miliar pada akhir 2024. Dengan porsi liabilitas sebesar USD1,81 miliar dan ekuitas ebesar USD5 miliar.
Topik:
